Alasan Hanung Bramantyo Singgung Sejarah G30S Lewat Genre Horor di Film Lobang Buaya

Hanung Bramantyo juga menegaskan ingatan tentang peristiwa 30 September 1965 perlu terus dijaga lintas generasi.

Diterbitkan 28 September 2026, 12:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ia kemudian menceritakan interaksinya dengan ibunda kala itu. "Dan pada saat saya mau nonton, ibu saya mematikan televisi (lalu berkata), 'Sudah jangan nonton'. 'Kenapa?' 'Itu film serem'. Terus saya bilang itu kan film perjuangan?"

Karena penasaran, Hanung kecil akhirnya nonton di kamar sang nenek dengan sembunyi-sembunyi. "Dan memang serem," kata Hanung.

Alasan Hanung Bramantyo Mengangkatnya ke Genre Horor

Hanung menilai, ada alasan mengapa nuansa seram sengaja dibangun dalam film ini.

"Peristiwa 30 September 1965, enggak tahu kenapa, itu dibuat seram. Karena tujuannya untuk menakut-nakuti bahwa ideologi komunis adalah ideologi yang sangat berbahaya. Itu makanya pemerintah Orde Baru membuat tragedi itu menjadi horor dan terus dikonsumsi sampai hari ini," kata dia.

Dan hal ini, dikaitkan Hanung dalam keputusannya untuk membuat Lobang Buaya sebagai film horor. "Itulah dasar bicara saya, kenapa saya membuat film horor," jelasnya.

Ia juga mengungkap keresahanan terhadap tragedi kemanusiaan yang menyertai peristiwa tersebut. "Enggak cuma 7 perwira yang meninggal di Lobang Buaya, tapi 7 perwira itu semacam dijadikan trigger oleh pemerintah Orde Baru untuk menghilangkan atau melakukan pembunuhan massal."

Karenanya, ia menilai ingatan atas peristiwa 30 September itu perlu terus dijaga lintas generasi. "Ini tidak boleh hilang dari ingatan kolektif, apalagi anak-anak muda sekarang, anak-anak saya," ucapnya.

 

Sinopsis Lobang Buaya

Lobang Buaya berkisah tentang Letnan Soegeng (Baskara Mahendra) seorang tentara yang ditugaskan untuk ikut menyelidiki peristiwa pembunuhan yang terjadi beruntun di Desa Lobang Buaya sepanjang 1964. Para korban dalam cerita ditemukan tewas dengan punggung berlubang dan sayatan kata sindiran di tubuh mereka, memunculkan rumor tentang sosok "Hantu Bolong" di tengah tensi sosial desa yang kian memanas.

Kebetulan, ia dan istri sekaligus adik angkatnya, Arum Wangi (Carissa Perusset) hendak menjemput ayah mereka yang kini tengah sakit-sakitan (Mathias Muchus).

Namun setibanya di sana, Arum justru dihantui mendapat teror gaib dari sesosok wanita misterius. Apakah ada hubungannya dengan sosok Hantu Bolong di balik pembunuhan berantai Lobang Buaya?

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan