- Penyanyi Malaysia Syed Iqbal melebarkan karier ke Indonesia setelah single "Basstamam" viral.
- Manajemen Indonesia melihat potensi Syed Iqbal dengan musik Islami modern dan karakter Gen Z.
- Syed Iqbal siapkan karya baru, termasuk lagu Hari Raya, dengan pesan positif untuk Gen Z.
Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi muda asal Malaysia, Syed Iqbal, siap melebarkan sayap kariernya ke industri musik Indonesia. Langkah tersebut dilakukan setelah single andalannya yang berujudul "Basstamam" mendapat respons positif di Tanah Air dan viral di berbagai platform digital.
Pihak manajemen di Indonesia melihat potensi besar dari karya bernuansa Islami modern yang dibawakan Syed Iqbal. Bimo Maxim selaku perwakilan manajemen, menyebut karakter Syed Iqbal sebagai musisi muda menjadi salah satu hal yang akan dikembangkan untuk menjangkau pendengar Tanah Air.
"Lagunya 'Basstamam' cukup viral, saya sebagai manajemen di Indonesia. Beliau melihat tren, pengguna lagu beliau banyak di Indonesia. Lalu kita bertemu, insyaAllah bisa mendapatkan apa yang beliau harapkan," kata Bimo Maxim di Kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (20/9/2026).
Syed Iqbal mengawali perjalanan profesionalnya dari panggung musik Malaysia. Kini, musisi yang pernah menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo tersebut tengah mempersiapkan karya-karya berikutnya untuk diperkenalkan kepada pendengar di Indonesia.
"Saya berasal dari Malaysia, utara Malaysia dan sekarang tinggal di Kuala Lumpur. Lagu saya ada 'Basstamam'Â dan 'Marhaban'. Nanti kita lihat apa yang bisa saya tampilkan lagi," ujar Syed Iqbal.
Â
Dukungan dari Syeich Razie
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353806/original/020253700_1789980348-1000642163.jpg)
Kedekatan dengan Syeich Razie, penggiat musik religi, turut membuka jalan bagi Syed Iqbal untuk mengembangkan kariernya di Indonesia. Razie bahkan mengenal keluarga Syed Iqbal dan melihat adanya bakat seni yang kuat dalam diri sang musisi.
"Kenal dalam empat bulan terakhir. Tapi dengan keluarganya memang sangat dekat dari saya tinggal di Kuala Lumpur. Memang keluarga artis ini, darah seninya juga kuat. Dia belajar di Mesir juga dan Hadramaut," kata Syeich Razi.
Lagu untuk Gen Z
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353807/original/099215000_1789980361-1000642159.jpg)
Syed Iqbal ingin membawa pesan positif melalui perpaduan musik pop modern dengan lirik bernuansa Arab dan bahasa Melayu. Sebagai bagian dari generasi Z, ia juga ingin membuat karya yang dekat dengan selera anak muda tanpa meninggalkan pesan positif.
"Saya ingin perkenalkan lagu positif karena saat lagu 'Basstamam' keluar membuat orang-orang positif. Ingin yang saya bawakan genre lagu Arab dengan bahasa Melayu dengan nuansa pop. Saya juga Gen Z, jadi membuat lagu yang disukai dengan pesan yang positif," kata Syed Iqbal.
Lagu untuk Hari Raya
Selain memperkenalkan karya yang telah dirilis, Syed Iqbal kini tengah menyiapkan materi lagu bertema hari raya. Syeich Razie mengatakan bahwa karya tersebut akan mengangkat pengalaman spiritual selama Ramadan hingga suasana ketika Hari Raya tiba.
"Kita ingin satu lagu yang benar-benar dalam tentang hari raya. Apa yang kita lakukan selama bulan Ramadan, apa yang dirasakan pas Hari Raya, itu insyaAllah akan kita garap," pungkas Syeich Razie.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5141760/original/081875600_1740382803-IMG-20250224-WA0113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343335/original/092273200_1788851870-HOAX__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433901/original/080742000_1764906305-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-05T103803.223.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353576/original/002126400_1789969776-cek_fakta_-_papua.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353808/original/042964400_1789980362-1000642158.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409553/original/011733700_1479455222-Malaysia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353990/original/060169700_1789986600-SaveClip.App_672382897_17884023633520358_8308770416042918287_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353985/original/008188700_1789986396-IMG-20260921-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353979/original/027843700_1789985499-1001367264.jpg-768x512.jpg)