Arda Hatna Angkat Kegelisahan Manusia Lewat Single Matematika Tuhan Berbeda

Awalnya, Arda Hatna hendak merilis lagu ini dua bulan lalu. Mengapa akhirnya ditunda?

Diterbitkan 09 September 2026, 11:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pengalaman sulit ketika merintis karier bersama band turut menjadi bagian dari cerita di balik lagu tersebut. Arda teringat satu momen ketika dirinya menangis dalam perjalanan menuju konser karena tidak memiliki uang untuk memperbaiki sepeda motor yang mengalami kerusakan.

"Ada cerita saya masih band lama. Itu mau konser sepanjang jalan saya nangis, sedih. Teman-teman band tanya, kenapa? Saya enggak kuat. Pulang dari situ saya cerita, di situ ada baliho band saya. Itu sold out. Kenapa saya nangis, karena di bawah baliho itu motor saya pernah bocor dan saya nggak punya uang. Di situ saya diam, dan saya nggak tahu mau hubungin siapa-siapa. Tapi di titik itu saya berdoa, ya Allah kalau ini jalannya saya pasrah," ceritanya.

Lagu Arda Sebelumnya

Selain itu, Arda juga pernah menulis lagu tentang peran laki-laki dalam keluarga. Ia bahkan meminta izin kepada sang istri, sebelum menggarap karya yang membahas perjuangan seorang ayah tersebut.

"Sebelum ini, saya menulis lagu tentang fatherless. Saya izin ke istri, untuk bikin ini. Ini isu tentang laki-laki yang katanya harus kuat, tegar. Nggak boleh nangis. Judulnya 'Belajar Jadi Bapak'," ungkap Arda.

Makna Keberhasilan untuk Arda

Menurut Arda, keberhasilan sebuah lagu tidak selalu ditentukan oleh angka streaming maupun posisi di chart. Ia justru merasa sebuah karya memiliki nilai lebih ketika mampu memberikan pengaruh nyata kepada pendengarnya.

"Waktu lagu ini dirilis, saya cerita idenya. Tiba-tiba ada yang DM seorang polisi dan nanya, 'Mas hipnoterapinya di mana.' Saya merasa karya yang indah adalah yang menggerakkan. Chart itu penting, tapi bagi saya bukan yang nomor satu," pungkas Arda.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan