Fairuz A. Rafiq Minta Tak Dikaitkan dengan Penangkapan Kakaknya yang Terjaring OTT KPK

Fairuz A. Rafiq mengakui ketidaktahuannya soal detail kasus dugaan korupsi yang tiba-tiba menjerat anggota keluarganya tersebut.

Diterbitkan 04 Maret 2026, 17:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Fairuz A. Rafiq terkejut kakaknya, Bupati Pekalongan, ditangkap KPK dalam OTT.
  • Ia tidak tahu detail kasus dan meminta keluarganya tidak dikaitkan dengan masalah ini.
  • Fairuz tetap berpikir positif, percaya takdir, dan siap hadapi konsekuensi pilihan.

Liputan6.com, Jakarta - Fairuz A. Rafiq mengaku terkejut saat mendengar kabar kakaknya, Faida A Rafiq, terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bupati Pekalongan tersebut ditangkap pada 3 Maret 2026 lalu.

Fairuz A Rafiq mengakui ketidaktahuannya soal detail kasus dugaan korupsi yang tiba-tiba menjerat anggota keluarganya tersebut. Meski memiliki hubungan darah, Fairuz memastikan antara dirinya dan sang kakak punya kehidupan masing-masing.

"Yang pasti, pastinya kaget ya dengan berita ini, karena saya tidak tahu-menahu tentang hal ini gitu. Ini kan saya juga punya keluarga ya," kata Fairuz A Rafiq di Kawasan Tapos, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2026).

Fairuz menyadari bahwa sebagai figur publik, namanya akan sangat mudah terseret dalam pemberitaan. Fairuz meminta agar dirinya dan keluarganya tidak dikaitkan ke dalam masalah hukum Fadia A Rafiq.

"Jadi biarkanlah keluarga saya fokus dalam menonton gitu, jangan sangkut pautkan yang saya aja tuh enggak paham dan nggak ngerti," ujar Fairuz.

Tetap Berpikir Positif

Fairuz berusaha untuk tetap berpikir positif menanggapi cobaan yang menimpa keluarganya. Ia meyakini bahwa setiap peristiwa yang terjadi di dunia ini, baik atau buruk, pasti memiliki hikmah tersembunyi di baliknya.

"Ini adalah cara Allah menyayangi kami juga ya, apapun itu yang terjadi ini semua qadarullah, takdir Allah," tutur Fairuz.

Fairuz percaya bahwa setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan. Fairuz juga menegaskan prinsip keluarga untuk konsekuensi menghadapi atas pilihan yang dibuat.

"Kami hanya bisa menjalani dan insyaallah menghasilkan hasil yang indah pada suatu saat nanti. Kami keluarga selalu diajarkan kalau memang salah, konsekuensinya dijalani," tegas Fairuz A Rafiq.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Saksikan Sinetron Kisah Nyata Pagi, Senin 20 Juli Pukul 08.30 WIB di Indosiar

M Altaf Jauhar, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan