5 Pertimbangan Angga Yunanda Mau Syuting Film: Naskah Nomor Satu, Honor Urutan Berapa?

Setidaknya ada 5 pertimbangan Angga Yunanda dalam menerima peran di layar lebar. Sutradara bukan pertimbangan utama. Begitu pula dengan honor.

Diterbitkan 22 Januari 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Angga Yunanda membintangi film horor komedi "Sebelum Dijemput Nenek" sebagai Hestu.
  • Ia memprioritaskan cerita dan naskah, bukan sutradara atau honor, dalam memilih peran.
  • Angga menganggap genre horor komedi tersulit, namun terbuka pada sutradara debutan.

Liputan6.com, Jakarta - Angga Yunanda membintangi Sebelum Dijemput Nenek karya sineas sebutan Fajar Martha Santosa. Dalam film horor komedi yang tayang di bioskop Indonesia mulai Kamis, 22 Januari 2026, ia sebagai Hestu, saudara kembar Akbar yang dimainkan komika Dodit Mulyanto.

Angga Yunanda mengatakan tak tabu berkolaborasi dengan sineas pendatang baru. Ia pernah diarahkan sineas debutan Gina S. Noer dalam Dua Garis Biru. Siapa sangka peran Bima di film tersebut diganjar nominasi Piala Citra Pemeran Utama Pria Terbaik, FFI 2019.

Setidaknya ada 5 pertimbangan Angga Yunanda dalam menerima peran. Berkaca pada fakta ini, Angga Yunanda tak masalah bekerja sama dengan sutradara lama atau pendatang baru. Dengan kata lain, sutradara bukan pertimbangan utama dalam menerima peran. Begitu pula honor.

“Cerita dan naskah nomor satu. Sutradara nomor dua. Honor ketiga ha ha ha. Lalu, lawan main. Rekam jejak rumah produksi nomor terakhir,” katanya dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat, baru-baru ini.

“Naskah itu jantungnya film, kalau enggak kuat bisa berantakan ke mana-mana, Angga Yunanda menyambung. Bintang sinetron Mermaid In Love juga terbuka dengan beragam genre. Angga Yunanda pernah membintangi film horor Sajen dan Sunyi.

Aktor kelahiran Lombok, 16 Mei 2000, juga membintangi genre action, Mencuri Raden Saleh karya sineas Angga Dwimas Sasongko yang mendulang 2,3 jutaan penonton. Kini, Angga Yunanda menjajal film horor komedi, Sebelum Dijemput Nenek.

Sejauh Ini, Komedi Tersulit

Sebelum Dijemput Nenek menandai kali pertama Angga Yunanda membintangi film horor komedi. Setelah menjajal beragam genre, Angga Yunanda menyimpulkan genre horor komedi yang tersulit.

“Sejauh ini komedi sih. Susah banget. Meskipun kita sudah persiapkan semuanya. Tapi itu tergantung kondisi di hari H syuting,” cetus Angga Yunanda lalu menambahkan, “Ternyata sangat rumit dan tricky komedi itu.”

 

Sineas Debutan

Telah membintangi lebih dari 20 film sejak tahun 2018, Angga Yunanda menjelaskan alasan terbuka dengan semua sutradara baik pendatang baru maupun yang telah punya jam terbang tinggi. Sineas debutan rupanya punya kesegaran ide dan energi besar.

“Bukan hanya Mas Fajar sineas debutan yang karya perdananya aku bintangi. Aku entah kenapa merasa berbeda ketika bekerja sama dengan sineas debutan. Mungkin karena visi segar, pemikiran yang masih banyak untuk dieksplorasi,” ia menyambung.

 

Surat Cinta Untuk Nenek

Awalnya Angga Yunanda berpikir Sebelum Dijemput Nenek sekadar horor komedi. Film yang bikin penonton ngakak di dalam bioskop lalu pulang dengan hati senang. Ternyata ini pengalaman personal Fajar Martha Santosa.

“Ini kayak surat cinta Fajar Martha Santosa untuk neneknya sendiri. Mulai dari premis, cerita, bagaimana hubungan antara cucu dan nenek, itu benar-benar menggambarkan hubungan dia dengan neneknya,” tutup Angga Yunanda.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Momen Bungong Jeumpa Melantun Indah di Beijing, Kala TRUST Bawa Simfoni dari Indonesia

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan