Pengakuan Aurelie Moeremans Jadi Korban Child Grooming Viral, Kak Seto Berikan Pernyataan Sikap

Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans memuat pengakuan jadi korban child grooming. Belakangan nama Kak Seto terseret hingga bikin klarifikasi.

Diterbitkan 15 Januari 2026, 21:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Buku Aurelie Moeremans mengungkap child grooming, menyeret nama Kak Seto.
  • Kak Seto klarifikasi, mengakui standar perlindungan anak telah berkembang signifikan.
  • Ia mengecam child grooming dan berjanji memperkuat perlindungan anak ke depan.

Liputan6.com, Jakarta - Buku Broken Strings yang ditulis Aurelie Moeremans memuat sejumlah pengakuan mengejutkan. Salah satunya, menjadi korban child grooming pria yang namanya disamarkan sebagai Bobby. Namun belakangan nama Kak Seto terseret dalam viralitas ini.

Melansir dari berbagai sumber, kala itu, orang tua Aurelie Moeremans kabarnya minta tolong pada Seto Mulyadi alias Kak Seto dari Komisi Nasional Perlindungan Anak. Ini terjadi sekitar tahun 2010. Kubu Aurelie Moeremans menyebut, respons yang didapat rupanya tak sesuai harapan.

Belakangan muncul narasi Kak Seto diduga mengabaikan aduan dan permintaan tolong ayah Aurelie Moeremans, yakni Jean-Marc Moeremans. Yang terjadi kemudian, Kak Seto jadi bahan omongan selama berhari-hari. Kini, ia menyampaikan klarifikasi.

Lewat pernyataan sikap yang diunggah di akun Instagram terverifikasi, pekan ini, Kak Seto mengaku mengikuti dengan sungguh-sungguh diskusi publik yang berlangsung hangat. Ia lantas menjelaskan praktik pendampingan anak dari masa ke masa.

Perlu kami sampaikan bahwa praktik pendampingan anak dan cara pandang terhadap relasi kuasa, kerentanan remaja, serta dampak psikologis jangka panjang telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan dalam lebih dari satu dekade terakhir,” tulis Kak Seto di Instagram Stories.

Lebih lanjut, Kak Seto menjelaskan, pada masanya, setiap pendampingan dan pernyataan terkait keselamatan maupun kasus melibatkan anak disampaikan berdasarkan pengetahuan, kewenangan, serta kerangka pemahaman yang berlaku saat itu.

 

Standar Perlindungan Anak

Namun, kami menyadari bahwa standar perlindungan anak hari ini menuntut kepekaan, kehati-hatian, perspektif yang jauh lebih kuat terhadap potensi manipulasi, tekanan emosional, dan ketimpangan kuasa dalam relasi yang melibatkan anak dan remaja,” ujarnya.

Pengakuan Aurelie Moeremans lewat buku Broken Strings memantik diskusi publik tentang relasi kuasa dan keselamatan anak. Kesadaran tentang child grooming pun makin terbentuk.

 

Kami Mengecam!

Berkaca pada child grooming yang viral, Kak Seto berjanji menjadikan ini sebagai refleksi atas praktik masa lalu. Ia juga menyebut momen ini sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan untuk memperkuat perlindungan anak ke depan.

Dalam pernyataan yang sama, Kak Seto mengecam segala bentuk relasi yang tak setara termasuk di dalamnya: child grooming. “Kami mengecam segala bentuk manipulasi, relasi tidak setara, dan praktik child grooming,” Seto Mulyadi menyambung.

 

Responsnya Menyakitkan

Diberitakan sebelumnya, Aurelie Moeremans menyampaikan pernyataan sikap setelah Broken Strings viral. Bintang film Kuntilanak menyebut awalnya, Broken Strings bukan untuk konsumsi publik. Aurelie Moeremans menulis sebagai bentuk kejujuran ke diri sendiri.

“Waktu aku masih kecil dan mencoba bersuara, responsnya menyakitkan. Jadi ada trauma untuk bercerita. Seiring waktu aku sadar banyak perempuan dan orang tua mengalami hal serupa dan merasa sendirian. Dari situ aku merasa, mungkin ceritaku bisa jadi teman buat mereka,” akunya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Our Sticky Love: Serial Komedi Romantis Korea yang Mengikat Hati

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan