Aurelie Moeremans Ungkap Proses Penulisan Broken Strings, Awalnya Bukan untuk Konsumsi Publik

Aurelie Moeremans menegaskan Broken Strings ditulis bukan sebagai balas dendam atau membuka luka lama

Diterbitkan 14 Januari 2026, 15:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Ada banyak hal selama bertahun-tahun aku simpan rapat, aku anggap sudah 'selesai', tapi ternyata masih tinggal di tubuh dan pikiranku. Saat ditulis, satu per satu memorinya muncul, dan di situ aku baru benar-benar mengerti apa yang sebenarnya terjadi padaku. Menulis membuat aku berhenti menyalahkan diri sendiri," akunya.

Akui Sempat Bimbang

Banyak pembaca yang penasaran apakah ia sempat merasa ragu atau menyesal setelah mengungkap luka lamanya kepada publik. Aurelie tak menampik bahwa sebagai manusia biasa, perasaan bimbang tersebut sesekali muncul di benaknya.

"Aku manusia, jadi jujur aja, sempat kepikiran. Ada momen aku bertanya ke diri sendiri, 'apakah aku terlalu jauh?', 'apakah aku membuka sesuatu yang seharusnya diam saja?'. Tapi perasaan itu tidak lama. Karena setiap kali keraguan datang, selalu ada pesan dari orang yang bilang, 'aku jadi berani ngomong', 'aku jadi ngerti anakku', atau 'aku akhirnya sadar ini bukan salahku'," tuturnya.

"Di titik itu aku jadi tahu, diam justru akan lebih menyakitkan. Jadi bukan berarti aku kebal, tapi aku sudah berdiri di tempat yang jelas, dan aku tahu kenapa aku melakukan ini," Aurelia Moeremans menukas.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan