Donald Trump Ungkap Diddy Ajukan Permohonan Pengampunan Lewat Surat, Ini Sikapnya

Donald Trump menyebut Diddy pernah sangat bermusuhan, bahkan melontarkan pernyataan kasar setelah hubungan mereka merenggang sejak politik dimulai.

Diterbitkan 12 Januari 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sean Diddy Combs dikabarkan telah mengajukan permohonan pengampunan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait hukuman penjara yang dijatuhkan kepadanya. Namun, langkah tersebut tampaknya belum membuahkan hasil, mengingat sinyal penolakan yang disampaikan langsung oleh Trump dalam laporan terbaru media Amerika.

Dalam laporan eksklusif The New York Times yang terbit Kamis, 8 Januari, presiden berusia 79 tahun itu disebut tidak memiliki niat untuk membantu mogul musik berusia 56 tahun tersebut. Trump bahkan secara terbuka mengakui adanya permintaan tersebut, dengan mengatakan kepada wartawan, “Dia meminta saya untuk mengampuni,” seraya menambahkan bahwa permohonan itu disampaikan “melalui surat.”

Saat didesak lebih lanjut mengenai isi surat tersebut, Trump merespons singkat dengan nada santai, “Oh, apakah Anda ingin melihat surat itu?” Meski demikian, The New York Times mencatat bahwa Trump tidak memperlihatkan surat yang dimaksud, sehingga detail permintaan sang rapper pun masih menjadi tanda tanya.

Gedung Putih Benarkan Pernyataan Trump

Dilansir dari People pada Jumat (9/1/2026), pihak Gedung Putih turut memberikan klarifikasi terkait kabar permintaan grasi tersebut. Media itu menghubungi Gedung Putih untuk meminta komentar, dan seorang juru bicara secara resmi mengonfirmasi pernyataan Donald Trump kepada publikasi tersebut. Sementara itu, juru bicara Sean Diddy Combs memilih bungkam dan menolak memberikan komentar saat dihubungi People.

Seniman hiburan sekaligus eksekutif rekaman itu sebelumnya dinyatakan bersalah atas dua dakwaan terkait prostitusi pada Juli lalu. Vonis tersebut berujung pada hukuman 50 bulan penjara yang dijatuhkan pada Oktober, menandai titik terendah dalam perjalanan karier panjang pendiri Bad Boy Records tersebut.

Pernah Dibahas Sejak 2025

Isu kemungkinan grasi dari Trump sejatinya bukan hal baru. Menurut laporan ABC News, Trump sudah pernah ditanya mengenai hal itu dalam konferensi pers pada Mei 2025. Saat itu, ia mengaku tidak memiliki kedekatan dengan Diddy.

“Saya belum pernah melihatnya, saya belum pernah berbicara dengannya selama bertahun-tahun,” ujar Trump. Ia menambahkan, “Saya pasti akan melihat fakta-faktanya. Jika saya berpikir seseorang diperlakukan dengan tidak adil, tidak peduli apakah mereka suka atau tidak suka pada saya.”

Dalam kesempatan yang sama, seorang wartawan mengingatkan bahwa Trump sempat menyebut Diddy sebagai teman pada 2012. Namun, Trump membantah hubungan tersebut masih terjalin.

Ia menyebut Diddy “dulu sangat menyukai saya,” tetapi hubungan itu berubah ketika ia maju sebagai calon presiden pada 2016. Trump bahkan menuding Diddy melontarkan “pernyataan kasar” tentang dirinya. “Saya tahu mereka sedang memikirkannya,” kata Trump merujuk pada tim Diddy. “Saya pikir orang-orang sudah sangat dekat untuk memintanya.”

Trump Ungkap Penilaian Usai Vonis Combs

Setelah Sean "Diddy" Combs dibebaskan dari dakwaan perdagangan seks dan konspirasi penipuan pada Agustus, Donald Trump akhirnya angkat bicara. Meski demikian, Combs tetap dinyatakan bersalah atas tuduhan yang lebih ringan terkait pengangkutan untuk tujuan prostitusi usai persidangan federal yang menyita perhatian publik di New York.

Menanggapi hasil tersebut, Trump menyampaikan pandangannya dalam wawancara bersama Rob Finnerty di Newsmax. “Yah, dia pada dasarnya, saya kira, agak setengah tidak bersalah,” ujar Trump.

 Ia juga menambahkan, “Dia merayakan kemenangan, tapi saya kira itu bukan kemenangan yang sebaik itu.”

Trump kemudian mengenang hubungannya dengan rapper "I'll Be Missing You" ini di masa lalu. Ia mengaku pernah “sangat akrab” dengan pendiri Bad Boy Records tersebut, bahkan kerap terlihat berfoto bersama sejak akhir 1990-an.

 Namun, kedekatan itu perlahan memudar ketika Trump mulai terjun ke dunia politik.

 “Saya akur dengannya. Terlihat seperti orang baik. Saya tidak mengenalnya dengan baik. Tapi ketika saya mencalonkan diri, dia sangat tidak ramah,” kata Trump. “Itu sulit,” lanjutnya dengan nada reflektif.

Masa Tahanan dan Catatan Hubungan

Lebih lanjut, Trump mengakui bahwa perubahan sikap Diddy memengaruhi penilaiannya.

“Kita adalah manusia. Kita tidak suka hal-hal yang mengaburkan penilaian kita,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pernyataan keras Diddy di masa lalu membuat situasi menjadi rumit.

“Ini lebih sulit. Ini membuatnya, jujur saja, lebih sulit untuk dilakukan,” ucap Trump.

Sementara itu, Diddy dijadwalkan menjalani sisa hukuman penjara sekitar tiga tahun setelah mendapat pengurangan masa tahanan. Berdasarkan catatan narapidana Biro Penjara Federal yang dilihat  pada Kamis, tanggal pembebasan Diddy tercatat pada 25 Mei 2028.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Zikrah Nur Amalah, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan