El Manik, Franki Raden, dan Hendrick Gozali Raih Penghargaan Pengabdian Seumur Hidup di FFI 2025

El Manik, Franki Raden, dan Hendrick Gozali pernah terlibat dalam satu judul film yang sama, yang memberikan mereka Piala Citra.

Diterbitkan 20 November 2025, 22:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tiga nama besar di dunia perfilman Tanah Air:  El Manik, Franki Raden, dan Hendrick Gozali, mendapat pengakuan luar biasa dalam Festival Film Indonesia 2025. Ketiganya meraih penghargaan Pengabdian Seumur Hidup atau Lifetime Achievement, atas kiprah mereka selama ini. 

Dalam tayangan siaran langsung FFI 2025 yang dihelat pada Kamis (20/11/2025), penghargaan ini dibacakan oleh Rano Karno, yang membacakan pencapaian masing-masing pemenang. 

El Manik, adalah seorang aktor yang telah membintangi lebih dari 50 film layar lebar, termasuk peran ikonisnya dalam film Titian Rambut Dibelah Tujuh hingga Berbagi Suami. 

"Ia meraih 11 nominasi piala Citra dan memenangkan empat Piala Citra, termasuk untuk film-film bersejarah seperti November 1828 dan Budak Nafsu," kata Rano Karno. 

Sementara Franki Raden adalah seorang penata musik yang memiliki karier panjang, sejak tahun 1976. Ia juga menggagas Indonesian National Orchestra, yang membuka jalan bagi musik film Indonesia di ranah internasional. Ia meraih dua piala Citra lewat film November 1828 dan Naga Bonar. 

Adapun Hendrick Gozali adalah produser yang menjadi penggerak dunia sinema Indonesia yang meraih sembilan piala Citra dan memproduksi 50 film, termasuk November 1828 dan Perempuan dalam Pasungan, yang dinobatkan sebagai Film Terbaik FFI 1979 dan 1981. 

"Malam ini kita memberi penghormatan tertinggi kepada mereka yang telah menulis sejarah dengan dedikasi tanpa akhir. Ketiganya pernah terlibat dalam karya film yang sama di tahun 1979, November 1828, di mana ketiganya juga mendapatkan piala Citra FFI 1979," kata Rano Karno. 

Hadiah Ulang Tahun El Manik

Bagi El Manik, penghargaan ini terasa begitu spesial karena ia raih berdekatan dengan ulang tahunnya yang ke-76 pada 17 November lalu. Dalam pidato kemenangannya, El Manik juga sempat berkomentar bahwa biasanya penghargaan ini diberikan kepada sosok yang telah tiada. 

"Makanya saya merasa bersyukur sekali pada malam ini saya bisa menerima penghargaan, dalam hidup dan sehat, sehingga bisa merasakan aroma kebahagiaan dari Festival Film Indonesia tahun 2025," kata El Manik. 

Franki Raden Ingatkan Film adalah Kerja Kolektif

Bila El Manik tengah merayakan ulang tahunnya, Franki Raden merayakan tengah hal yang berbeda. "Saya merayakan perjalanan saya di bidang musik selama 50 tahun dari '75 sampai tahun 2025," tuturnya dengan tersenyum semringah. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Dalam pidatonya, ia mengingatkan kembali bahwa film adalah sebuah kerja kolektif.  "Saya merasa sangat terhormat dan beruntung dapat memegang kunci akhir dari proses panjang kerja artistik sebuah film secara kolektif. Untuk itu saya ingin berterima kasih sedalam-dalamnya kepada para sutradara yang telah mempercayai saya membuat musik untuk film," tuturnya.   

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan