Rio Dewanto Ungkap Pendalaman Karakter Alif dalam Film Legenda Kelam Malin Kundang

Rio Dewanto memerankan Alif, pelukis mikro yang penuh emosi dan rahasia masa lalu dalam cerita film Legenda Kelam Malin Kundang.

Diterbitkan 24 November 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aktor Rio Dewanto turut ambil bagian dalam film Legenda Kelam Malin Kundang dengan memerankan karakter Alif, seorang pelukis mikro yang mengerjakan karya seni pada benda-benda berukuran kecil.

Untuk mendalami profesi unik tersebut, Rio mulai melakukan riset sejak membaca naskah dan berdiskusi dengan dua sutradara film ini, Rafki Hidayat dan Kevin Rahardjo.

“Riset dulu waktu baca skenarionya, diajak ngobrol sama Rifki dan Hardjo, kemudian mempelajari aja kira kira mediumnya menggunakan apa saja selain batu tapi juga ada yang menggunakan beras,” kata Rio Derwanto dalam acara Press Screening dan Press Conference film Legenda kelam Malin Kundang, Jakarta, Senin (17/11/2025) lalu. 

Proses ini menjadi langkah awal Rio memahami tentang dunia seni mikro dan seperti apa karakter Alif dibentuk melalui profesinya. Suami Atiqah Hasiholan ini menilai bahwa profesi pelukis mikro bukan sekadar atribut visual untuk mempercantik karakter. Menurutnya, peran tersebut memiliki kaitan langsung dengan perkembangan cerita.

“Tapi yang menariknya sebenarnya profesi pelukis ini bukan hanya sekedar keren keren-an aja tapi itu bener bener menjadi bagian dari perjalanan cerita nya itu sendiri,” ujarnya. Hal ini terungkap sepanjang cerita, “Kenapa dia harus menyimpan masa lalunya di lukisan itu dan akhirnya terkuaklah.”

Pendalaman Emosi dan Diskusi bersama Sutradara

Dalam proses pendalaman karakter, Rio Dewanto mengaku banyak berdiskusi dengan dua sutradara, Rifki dan Hardjo. Ia menilai skenario Legenda Kelam Malin Kundang sudah sangat matang dari sisi drama, sehingga ia lebih fokus menggali arah emosional tokoh Alif bersama para sutradara.

“Karena mungkin skenarionya sendiri udah sangat sempurna dan sangat bagus secara drama secara twist dan segala macam. Jadi buat saya lebih banyak ngobrolnya sama Rafki dan Hardjo untuk ngulitin karakter Alif mau dibawa ke mana,” ujar Rio.

Rio menambahkan bahwa beberapa adegan menuntutnya untuk menarik kembali emosi yang berkaitan dengan trauma masa kecil.

“Ya kalau ada trauma masa kecilnya yang harus saya recall lagi ya itu sudah menjadi bagian dari pekerjaan saya untuk mengeluarkan emosi itu ketika saya bermain. tapi itu saya simpan sendiri saja.” tambahnya

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Rio Dewanto juga menyinggung isu yang berkaitan dengan tema besar dalam film Legenda Kelam Malin Kundang, yaitu hubungan anak dan orang tua. Saat ditanya mengenai makna durhaka dari sudut pandang karakter Alif, Rio menilai bahwa perkembangan zaman dan perubahan generasi membuat definisinya semakin luas.  “Dengan adanya perkembangan teknologi kemudian pergeseran generasi kata durhaka itu semakin luas definisinya, tetap hubungannya dengan orang tua, karena saya juga sebagai orang tua jadi kita tidak menghormati orang tua iya itu bagian dari durhaka.” Ungkap Rio

Halaman
Show All
Zikrah Nur Amalah, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan