Industri Musik Masuki Era Digital, Banyak Pendengar Masih Memburu Keaslian Suara Analog dari Vinil

Era digital hadirkan kemudahan dan fleksibilitas via streaming berkualitas tinggi. Di sisi lain, karakter alami suara analog punya tempat khusus di hati pendengar.

Diterbitkan 02 November 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Era digital membawa streaming, namun banyak yang kembali memburu suara analog.
  • Audiophile mencari kehangatan dan karakter alami suara analog yang otentik.
  • JIAVS 2025 mengangkat tema masa depan suara: analog atau digital.

Liputan6.com, Jakarta Era digital memang tak bisa dibendung dan merambah ke berbagai sektor industri termasuk seni. Musik dan film turut merasakan efeknya. Dulu, musik didengar lewat piringan hitam, vinil, kaset, dan CD. Kini, muncul istilah streaming dan views.

Viral tidaknya lagu salah satunya diukur dari jumlah views yang dikumpulkan di YouTube, atau populasi stream di platform digital seperti Spotify. Uniknya, meski musik memasuki era digital, tak sedikit yang kembali memburu keaslian suara analog.

Pergerakan ke suara analog terjadi bukan tanpa alasan. Mengingat, tiap era ada keunggulan yang tak dapat “dicuri.” Era digital menghadirkan kemudahan dan fleksibilitas via streaming berkualitas tinggi dan teknologi pemrosesan suara canggih.

Di sisi lain, kehangatan dan karakter alami suara analog seperti yang selama ini didapat dari piringan hitam hingga amplifier tabung legendaris tetap memiliki tempat khusus di hati para audiophile alias pencinta suara.

 

Memburu Keaslian Suara

Ulasan ini disampaikan Ketua Panitia Jakarta International Audio Video Show (JIAVS) 2025, Herman Chandra dalam sesi perkenalan JIAVS 2025 yang diselenggarakan Indonesia High End Audio Club.

“Justru di masa digital ini, banyak yang kembali memburu keaslian suara dari vinyl,” Herman Chandra menjelaskan, lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Sabtu (1/11/2025).

Pencarian Kualitas Murni

“(Alasannya) ada rasa nostalgia sekaligus pencarian kualitas murni yang tak tergantikan. Kami ingin mengakomodasi dua dunia itu dalam satu pengalaman: It’s not just about hearing, it’s about feeling,” ujarnya.

JIAVS tahun ini digelar di Fairmont Jakarta dari 7 hingga 9 November 2025. Tahun lalu, ajang ini mengusung tema “Bring Music Back Home.” Kini JIAVS datang membawa tema “What is The Future of Sound, Analog or Digital?”

 

Lahir dari Realita Tren

Tema tahun ini lahir dari realita tren yang berkembang di kalangan para pencinta audio. Selain memanjakan telinga, JIAVS 2025 menghadirkan berbagai aktivitas menarik di lantai 3 salah satunya, talkshow dan podcast bersama para ahli.

JIAVS 2025 akan menempati tiga lantai di Fairmont Jakarta, yaitu lantai 3, 16, dan 17, dengan 40 exhibitor yang mengisi 55 ruang pameran. Diharapkan ajang ini membuat industri kreatif di Indonesia makin bergairah.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Lesti Kejora dan Wika Salim Terpukau, Anggini Raih Standing Ovation di Dangdut Academy 8

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan