Fakta Zombie di Abadi Nan Jaya, Tim Film Kerja Keras Hadirkan 200-an Mayat Hidup di Lokasi Syuting

Film Abadi Nan Jaya menampilkan zombie yang Indonesia banget. Persiapannya tak main-main.

Diterbitkan 24 Oktober 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Film orisinal terbaru Netflix Abadi Nan Jaya memang menghadirkan sejumlah nama-nama kondang di dunia hiburan Tanah Air. Mulai dari Eva Celia, Dimas Anggara, Mikha Tambayong, Donny Damara, Ardit Erwandha, Marthino Lio, Kiki Narendra, dan masih banyak lagi. 

Namun ada satu lagi bintang utama dalam film ini: barisan para zombie yang menyerang Desa Wanirejo. 

Tanpa pasukan mayat hidup yang tampil meyakinkan, tentunya kengerian dalam film yang disutradarai Kimo Stamboel ini bakal hadir setengah-setengah. Dalam konferensi pers film ini yang dihelat pada Rabu (22/10/2025) kemarin, diungkap perjalanan panjang untuk menghadirkan zombie-zombie lokal yang meyakinkan dalam film ini. 

Pertama, konsepnya yang "Indonesia banget."

“Dari awal kami memang menginginkan film ini harus kental dengan ke-Indonesiaannya. Saya ingin sekali ada hal-hal yang jarang diangkat karena film ini akan tayang di platform global, dan saya mempertimbangkan lokalitas apa yang bisa kami coba untuk perkenalkan ke dunia," kata Kimo Stamboel di acara ini. 

Ia menambahkan, "Misalnya bahwa [virus ini] menginfeksi rakyat, penyebabnya adalah jamu, latarnya di daerah pedesaan, ada perayaan sunatan, musik dangdut, adzan, petasan, dan hal-hal kecil yang benar-benar lokal. Semoga bisa diterima dan dianggap sebagai sesuatu yang berbeda serta menarik,” ujarnya.

 

Gerak-gerik Zombie di Film Abadi Nan Jaya

Selanjutnya soal gerak-gerik tak natural para mayat hidup, diserahkan kepada Boby Ari Setiawan yang berlatar belakang koreografer tari. "Untuk menggarap zombie ini saya perlu riset untuk bagaimana karakter zombie yang diinginkan Pak Kimo itu menjadi spesial. Kurang lebih persiapannya dari mention (memberi penawaran) itu sekitar 6 bulan," kata dia.

Gerakan para zombie pun tak seragam. "Saya harus mentransfer ide atau metode itu ke sekitar 200 cast. Di kepala saya berarti ada 200 jenis gerakan yang berbeda. Dan tugas saya adalah memastikan gerakan 200 cast itu konsisten dengan gerakan masing-masing," kata dia.

Zombie yang digigit di kaki, kata Boby, akan memiliki gerakan berbeda dengan yang digigit di tangan.

Begitu pun dengan suara yang dikeluarkan para zombie. “Begitu pula ada teknik vokal dan getaran tubuh tertentu yang dipakai, ini semua harus dilatih setiap pemeran dengan sungguh-sungguh," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Elemen lain yang mesti diperhatikan, adalah makeup effect para zombie. Astrid yang menangani hal ini pun mesti memutar otak untuk "mendadani" pemain zombie yang jumlahnya mencapai 200 orang lebih.  "Gimana nih caranya produksi berjalan dengan lancar dan efisien, apa yang harus kulakukan?" kata Astrid. Ia pun kemudian membagi para zombie dalam sejumlah kelas berbeda. Ada yang hanya dishoot dari jarak jauh, medium shot, hingga closeup. Inilah yang menentukan detail makeup effect yang akan diterapkan ke penampilan para aktor pemeran zombie.  Untuk pemeran yang disorot dalam jarak dekat, tentu pengerjaannya begitu detail. "Tiga jam," kata sang aktor, dalam video promosi yang diputar saat konferensi pers. Adapun salah satu inspirasi untuk penampilan para zombie ini adalah corak tanaman kantong semar. 

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan