6 Catatan Joko Anwar dalam Jakarta World Cinema 2025, Ingatkan Sineas Harus Rajin Nonton Film

Salah satu seniman yang melenggang ke pembukaan Jakarta World Cinema 2025, Joko Anwar. Ia lebih suka go blind dan ikut tiket war dalam festival film.

Diterbitkan 28 September 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Bagi pemerintah, tentunya akan timbul kesadaran bahwa peminat film banyak banget. Kalau kita bisa memberi perhatian lebih besar pada perfilman, ini akan jadi lokomotif untuk cabang seni lain,” Joko Anwar membeberkan.

 

4. Festival Film dan Pihak Swasta

Dalam kesempatan itu, Joko Anwar juga mengapresiasi pihak swasta yang konsisten menggelorakan festival film. JWC misalnya, diselenggarakan secara daring dan luring oleh KlikFilm. Selain pesta film, ada juga kompetisi bikin film pendek.

“Bisa dilihat bahwa antusiasme dari semua event bukan hanya berguna untuk penonton tapi juga pihak swasta sebagai penyelenggara,” ucap Joko Anwar lalu menyorot pentingnya film-maker rajin menonton film.

 

5. Sineas Harus Rajin Nonton Film

Rekam jejak Joko Anwar di industri film tak perlu diragukan lagi. Kualitas filmnya selalu masuk radar ajang penghargaan. Di sisi lain, film-filmnya kerap melenggang ke tangga box office Indonesia. Meski demikian, Joko Anwar tetap rajin menonton film.

“Aku menonton film Indonesia setiap Kamis, rutin, aku usahakan. Kalau enggak sempat datang ke gala premiere, aku menonton di bioskop. Demikian juga film yang ada di FFI, JWC, JFW, JAFF, dan lain-lain,” aku Joko Anwar lalu menguak alasan.

“Begini, kalau pembuat film enggak menonton film, buat aku enggak akan bisa belajar lagi. Film itu bahasa. Dengan terus menonton film, maka seorang sineas akan makin fasih dalam mengomunikasikan keresahan kepada publik,” tuturnya.

 

6. Jadi Juri KlikFilm Short Movie Competition 2025

Sebanyak 30 finalis KlikFilm Short Movie Competition 2025 telah diumumkan. Joko Anwar menjuri bersama Aditya Ahmad, Alim Sudio hingga aktris Asmara Abigail. Sedikit bocoran, Joko Anwar menyebut kualitas para peserta makin tajam. Karenanya, ia bahagia.

“Maju banget. Maksudnya bukan hanya kualitas teknik penggarapan, tapi juga para pembuat film pendek ini sudah sadar bahwa seharusnya bisa meng-capture keresahan masyarakat di tempat di mana film itu dibuat,” Joko Anwar menyanjung.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan