Eksklusif Atiqah Hasiholan: Jadi Dukun Di Film Horor Kampung Jabang Mayit, Lelah Fisik dan Mental

Atiqah Hasiholan kembali ke layar lebar lewat Kampung Jabang Mayit karya sineas Wisnu Surya Pratama. Ia memerankan Ni Itoh, dukun di Desa Rangkaspuna.

Diterbitkan 10 Juli 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Setelah membintangi tiga film tahun lalu, Atiqah Hasiholan kembali ke layar lebar lewat Kampung Jabang Mayit. Dalam film karya sineas Wisnu Surya Pratama ini, ia memerankan Ni Itoh, dukun di Desa Rangkaspuna.

Kampung Jabang Mayit diangkat dari podcast populer di YouTube. Film ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 24 Juli 2025. Atiqah Hasiholan membocorkan, Ni Itoh bukan tipe dukun pada umumnya.

“Dukun biasanya nenek-nenek. Aku sebelum syuting menyimak kontennya di YouTube. Terciptalah bayangan yang sangat tipikal,” kata Atiqah Hasiholan. “Dulu pas datang pertama kali reading, ekspektasiku dari awal bakal dituain mukanya. Ternyata enggak,” akunya.

Naskah film Kampung Jabang Mayit ditawarkan ke Atiqah Hasiholan sekitar setahun lalu lewat manajernya, Adik. Kali pertama mendengar judul, Nyonya Rio Dewanto langsung menceletuk, “Busyet seram banget ini judul?”

Isu Perempuan dalam Film Horor

Setelahnya, Atiqah Hasiholan meriset sekaligus mencari tahu soal Kampung Jabang Mayit. Ternyata, populer banget thread-nya dan di YouTube disimak hingga jutaan kali. Ibu satu anak ini pun mulai tertarik dan membaca skripnya.

Kali pertama baca naskah, Atiqah Hasiholan langsung jatuh hati. Bukan karena rentetan adegan horor maupun sadis melainkan topik perempuan yang lumayan kuat. Ini soal perempuan, karier, dan pilihan hidup.

“Aku merasa film ini, isunya relevan banget dengan perempuan-perempuan yang berkarier. Kebanyakan perempuan zaman sekarang memilih untuk punya jenjang karier. Perempuan sering dihadapkan pada dua pilihan, karier atau anak,” ulas Atiqah Hasiholan.

Menurutnya, karier atau anak bisa dijalankan beriringan tanpa harus dikorbankan salah satunya. Kedua, jika ditelisik lebih dalam, Kampung Jabang Mayit juga menyorot penilaian masyarakat terhadap perempuan. Ini menarik.

Penilaian Masyarakat Terhadap Perempuan

“Kedua, bagaimana penilaian masyarakat dan lingkungan pekerjaan (terhadap perempuan). Ketika punya anak, lo sudah dapat pandangan berbeda. Itu yang bikin gue tertarik dari isu cerita ini,” aktris kelahiran 3 Januari 1982, itu menyambung.

>Atiqah Hasiholan menyatakan, Ni Itoh berbeda 180 derajat dengannya. Dalam padangannya, Ni Itoh bukan karakter yang ujug-ujug menjadi jahat. Di balik tindakan-tindakannya, ia punya misi dan motivasi tersendiri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Ada hal-hal yang akhirnya dia memutuskan untuk menjadi seorang dukun aborsi. Dia mengajak orang menumbalkan janin. Di balik itu ada misi dan masa lalu walaupun enggak diceritakan di film ini dan bagaimana dia menyikapinya,” Atiqah Hasiholan menuturkan.

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan