Dewi Yull Tetap Bersyukur Meski Satu Matanya Tak Berfungsi Akibat Abrasi Retina, Begini Kronologinya

Penyanyi Dewi Yull menceritakan kondisi penglihatannya yang kini bergantung pada satu mata. Mata kanannya tak berfungsi akibat minus tinggi sejak lama.

Diterbitkan 04 Juli 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Dewi Yull bersyukur mata kirinya berfungsi meski mata kanan tidak.
  • Pada 2023, Dewi Yull alami cairan gelembung di mata kanan.
  • Dokter mendiagnosis abrasi retina akibat minus tinggi pada mata.

Liputan6.com, Jakarta Penyanyi dan aktris senior Dewi Yull menceritakan kondisi penglihatannya yang kini hanya bergantung pada satu mata. Mata kanannya tak berfungsi akibat minus tinggi yang dideritanya sejak lama.

Alih-alih mengeluh, Dewi Yull bersyukur masih memiliki mata kiri yang berfungsi. Ia merasa begitu banyak nikmat yang dikaruniakan Tuhan kepadanya, dan hingga kini masih dapat menjalani aktivitas termasuk bekerja.

"Mata aku tinggal satu yang berfungsi, tinggal yang kiri. Alhamdulillah tetap disyukuri. Artinya masih ada kan, masih bisa bekerja, masih bisa bermanfaat," ungkap Dewi Yull saat ditemui di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (3/7/2025).

"Jadi hidup itu enggak boleh mengeluh. Semua kita dibawa happy, dibawa apa yang membuat kita bahagia. Apa nikmat yang sudah banyak Allah kasih. Jadi kalau cuma satu, ah masih ada yang satu," akunya.

 

Sesuatu Terjadi Pada 2023

Dewi Yull menceritakan kronologi kondisi mata kanannya memburuk hingga tidak dapat berfungsi. Ia mulai merasakan keanehan pada penglihatannya pada 2023, dengan kondisi mata kanan minus 25 dan kiri minus 19.

"Jadi waktu tahun 2023, keluar cairan gelembung di dalam, kayak air gelembung, kayak balon. Lama-lama kok dari air putih jadi kuning, makin pekat. Malam tuh sudah gelap, yang kanan. Langsung ke UGD, rumah sakit mata,” jelasnya.

Tanpa menunda waktu, Dewi Yull menjalani operasi untuk menangani kondisi tersebut. Setelah tersadar, ia baru tahu dokter memasang silikon di mata kanannya agar bisa mendeteksi cahaya meski penglihatannya sudah tak berfungsi.

 

 

Abrasi Retina

"Karena dibius total, pas bangun operasinya sebentar, tapi pas bangun saya, rupanya sudah dikasih silikon yang kanan. Jadi ada cahaya, masih bisa lihat cahaya. Cahaya saja,” Dewi Yull menjelaskan.

Menurut penjelasan dokter, lanjut Dewi Yull, dirinya mengalami abrasi retina, yakni terlepasnya retina dari bola mata akibat bentuk bola mata yang terlalu cembung pada penderita minus tinggi.

“Karena itu sudah tanda-tanda akan ada pelepasan. Jadi retinanya abrasi. Jadi lepas dari mata, biji mata itu. Karena dia kalau minus tinggi kan katanya cembung, jadi lepas,” ia menyambung.

 

Enggak Ada Rasa Apa-apa

Dewi Yull mengaku tak merasakan gejala yang menyakitkan atas kondisi tersebut. Ia hanya menyadari ada gelembung di mata yang perlahan membesar dan mengganggu pandangan.

"Saya enggak ada rasa apa-apa, tiba-tiba ada gelembung di dalam saja. Dari enggak kelihatan normal-normal. Kayak gelembung air makin besar, makin besar. Warnanya makin pekat dari yang bening sampai gelap," Dewi Yull membeberkan.

"Jadi hati-hati kalau sudah ada gelembung di dalam mata. Untuk masyarakat Indonesia yang punya minus tinggi, cepat-cepat langsung ke dokter mata, ke UGD," Dewi Yull mengimbau.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Infotainment Award 2026: Aisha Sabet Gelar Gorgeous Baby, Fadil Jaidi Ucap Rasa Syukur

M Altaf Jauhar, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan