System of A Down: Band Metal Ikonik dengan Lirik Sosial yang Kritis

System of A Down, band heavy metal Amerika-Armenia yang terkenal karena liriknya yang kritis terhadap isu sosial, terus aktif melakukan tur meski belum ada album baru sejak 2005.

Diterbitkan 30 Juni 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Selain kesuksesan komersial, System of A Down juga telah menerima pengakuan dari industri musik. Mereka telah dinominasikan untuk empat Grammy Awards, dan lagu mereka "B.Y.O.B." memenangkan Grammy Award untuk Best Hard Rock Performance pada tahun 2006. Penghargaan ini membuktikan kualitas musik mereka dan pengakuan dari para ahli.

Dua single mereka, "Aerials" dan "Hypnotize", mencapai nomor satu di tangga lagu Alternative Songs Billboard. Pencapaian ini menunjukkan daya tarik lintas genre dari musik System of A Down, yang mampu menarik perhatian pendengar dari berbagai latar belakang musik.

Status Terkini dan Masa Depan System of A Down

Meskipun popularitas dan kesuksesan mereka, System of A Down telah mengalami masa hiatus sejak tahun 2006. Perbedaan artistik telah menghambat pembuatan musik baru. Namun, mereka telah berkumpul kembali untuk tur sesekali, menunjukkan bahwa band ini masih aktif dan memiliki basis penggemar yang setia.

Pada tahun 2020, mereka merilis dua lagu baru, "Protect the Land" dan "Genocidal Humanoidz". Namun, belum ada rilis materi baru sejak album Mezmerize dan Hypnotize pada tahun 2005. Serj Tankian bahkan pernah menawarkan diri untuk mundur dari band dan mengusulkan audisi vokalis pengganti, meskipun ide ini akhirnya ditunda.

Tankian menyatakan bahwa ia tetap terbuka untuk proyek-proyek baru dengan band di masa depan, meskipun keputusan tersebut bergantung pada kesepakatan keempat anggota band. Saat ini, System of A Down masih aktif, tetapi fokusnya lebih pada tur daripada merilis album baru. Masa depan band ini masih belum pasti, tetapi penggemar tetap berharap akan ada musik baru dari mereka di masa depan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan