Potret Eyang dari Al Ghazali di Pernikahan Sang Cucu, Tulis Nasehat yang Menyentuh

Potret Eyang Harjono Sigit yang juga ayah Maia Estianty di pernikahan Al Ghazali–Alyssa, ia beri nasehat bijak yang menyentuh.

Diterbitkan 16 Juni 2025, 15:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

4. Ungkapan Cinta Lewat Caption Instagram

Potret keempat adalah tangkapan layar unggahan @harjonosigit yang menuliskan nasihat panjang nan menyentuh untuk Al Ghazali dan Alyssa, lengkap dengan doa agar rumah tangga mereka,

"Hadir sebagai Eyang Bapak dan Eyang Ibu pada acara Siraman Al @alghazali7 di usia kami 86 dan 85 tahun setelah menjalani 60 tahun usia pernikahan kami mudah2an bisa menjadi contoh bagi Al @alghazali7 dan Alyssa @alyssadaguise.

Kami mendoakan yang terbaik untuk Al Alyssa selalu langgeng sampai akhir hayat, saling setia, menjadi pasangan yang tulus kasih, selalu rendah hati dan membumi, sama2 pintar cari uang, rajin menabung, simpan asset, pinter ber investasi dan murah hati, tidak pelit kepada kepada Bunda @maiaestiantyreal, Eyang Bapa Ibu, seperti Al selama ini kepada kami.

Al @alghazali7 dan Alyssa @alyssadaguise Inshaa Allah selalu “Njowo” dalam bertutur, bersikap, berperilaku menghormati orang tua, sayang ikhlas kepada keluarga terutama orang tua dan Eyang Bapa Eyang Ibu, pada keluarga besar. Selalu tetap ingat dimana kaki berpijak. Aamiin YRA"

Caption tersebut langsung dibanjiri ribuan likes dan komentar positif, menandakan bahwa petuah orang tua tetap relevan di era digital, bahkan menjadi konten edukatif yang viral berkat keaslian pesan.

5. Sosok Eyang Al Ghazali Harjono Sigit yang Bukan Orang Sembarangan

Ir. Harjono Sigit Bachroen Salam, atau yang lebih akrab disapa Pak Sigit, merupakan sosok intelektual sepuh yang tidak hanya dikenal sebagai ayah Maia Estianty dan Eyang Al Ghazali, namun juga sebagai pelopor pendidikan arsitektur di Surabaya. 

Eyang Al Ghazali lahir di Madiun pada 21 September 1939, Harjono kecil awalnya hanya memiliki satu nama yakni "Harjono", sebelum ia memutuskan menambahkan nama ayahnya menjadi “Sigit Bachroen Salam” selepas lulus kuliah. Keteladanannya tak hanya terlihat dalam lingkup keluarga, tapi juga dalam dedikasinya membangun fondasi pendidikan arsitektur modern di Indonesia, khususnya di wilayah timur.

Harjono Sigit menempuh pendidikan menengah atas di Madiun hingga lulus SMA tahun 1958, lalu melanjutkan kuliah ke Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Arsitektur dan lulus pada tahun 1964. Langkahnya meniti ilmu di Bandung menjadi cikal bakal kontribusinya dalam menyebarkan ilmu arsitektur di Surabaya, di mana ia turut andil dalam mendirikan dan mengembangkan pendidikan arsitektur di kota tersebut. Tak hanya itu, Harjono  juga sosok  keturunan pahlawan nasional Oemar Said Tjokroaminoto.

FAQ (Tanya-Jawab Singkat)

Q: Siapa nama lengkap Eyang Bapak Al Ghazali?

A: Ir. Harjono Sigit Bachroen Salam, lahir 21 September 1939.

Q: Apa hubungan Harjono Sigit dengan Haji Oemar Said Tjokroaminoto?

A: Harjono Sigit adalah cucu langsung pendiri Sarekat Islam tersebut.

Q: Busana apa yang dikenakan Eyang Bapak pada acara siraman?

A: Beskap abu-abu, jarik batik parang rusak, dan blangkon sogan.

Q: Apa inti nasehat Pak Sigit untuk Al Ghazali dan Alyssa?

A: Tetap setia, rendah hati, rajin menabung, pintar investasi, dan menghormati orang tua.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Andre Kurniawan Kristi, Tyas Titi KinaptiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan