6 Aktris Ini Menang Piala Oscar Berkat Perankan Tokoh Fiktif, Akankah Demi Moore Menyusul?

Piala Oscar kerap memberi tempat bagi aktor dan aktris yang membintangi film biografi. Tak sedikit yang berhasil menyabet Oscar berkat peran tokoh fiktif.

Diperbarui 25 Februari 2025, 21:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Frances McDormand meraih dua Piala Oscar Pemeran Utama Wanita Terbaik lewat film bergenre drama. Kemenangannya di Three Billboards Outside Ebbing, Missouri bersifat “absolut” setelah unggul di Critics Choice, Golden Globe, BAFTA, dan SAG Awards.

Lain halnya dengan Nomadland. Kala itu, Golden Globe memilih Andra Day (Drama) dan Rosamund Pike (Musikal atau Komedi). SAG Awards melirik Viola Davis. BAFTA menunjuk Frances McDormand. Critics Choice Awards memenangkan Carey Mulligan.

 

4. Brie Larson

Sebagai Joy Newsome (Room)

Belum pernah sekalipun meraih nominasi Piala Oscar, sekalinya jadi nomine, Brie Larson langsung menang lewat tokoh fikif Joy Newsome yang mengalami pelecehan seksual hingga melahirkan anak laki-laki. Makin miris, karena keduanya disekap oleh pelaku.

Interaksi intens Joy Newsome dengan putranya, Jack, hingga akhirnya berhasil kabur adalah momen mendebarkan sekaligus mengharukan. Akhir perjalanan kembali ke awal. Room menerjemahkan kalimat itu dengan adegan akhir yang bikin penonton nangis sejadi-jadinya.

 

5. Julianne Moore

Sebagai Alice Howland dalam Still Alice

Kali pertama dinominasikan pada 1998 lewat film Boogie Nights, Julianne Moore menanti 17 tahun lamanya untuk menggenggam Piala Oscar. Perannya sebagai Alice Howland, profesor linguistik yang berjuang melawan penyakit Alzheimer.

Still Alice hanya meraih 1 nominasi Piala Oscar yakni Pemeran Utama Wanita Terbaik untuk Julianne Moore dan menang. Ini juga tipe kemenangan mutlak karena ia sudah unggul di Critics Choice, BAFTA, SAG, dan Golden Globe Awards (Drama).

 

 

6. Cate Blanchett

Sebagai Jeanette “Jasmine” Francis dalam Blue Jasmine

Salah satu pertunjukan akting paling dahsyat dalam 20 tahun terakhir dipersembahkan Cate Blanchett dalam Blue Jasmine karya sineas Woody Allen. Transformasi ekspresi, gestur, hingga ledakan emosinya benar-benar tepat sasaran.

Jasmine Francis tokoh fiktif yang bangkrut dan mengalami gangguan saraf setelah terlilit utang besar. Menurunkan gaya hidup dari status kaya raya menjadi calon melarat jelas bukan mudah. Emosinya terguncang hingga mencari perlindungan pada saudarinya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan