Samuel Rizal Bahas Men’s Ego Saat Olahraga di Usia 44 Tahun, Dokter Ingatkan Risiko Sprain dan Cedera

Samuel Rizal membahas romantika berolahraga di usia kepala empat. Ia kini berusia 44 tahun. Berkaca pada pengalaman, ada sejumlah risiko yang diantisipasi.

Diperbarui 24 Januari 2025, 23:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Yang paling penting tidak menganggap remeh cedera atau nyeri yang dialami ketika olahraga. Seperti yang Mas Samuel Rizal lakukan, beliau usianya sudah di atas kepala tiga. Namun masih aktif berolahraga,” ia menuturkan.

Ketika berolahaga tak dibarengi pemanasan cukup, alat penunjang yang bagus, pendinginan memadai, istirahat cukup, maka kemungkinan cedera akan meningkat. Dody Kurniawan kemudian menyorot men's ego.

3 Hal Yang Patut Diperhatikan

Kadang ketika usia bertambah, manusia ngotot merasa bisa, lalu berkompetisi dengan yang lain. Padahal esensi olahraga yang terpenting adalah menjadi lebih baik dari diri sendiri versi kemarin. Dalam berolahraga ada sejumlah hal yang patut diperhatikan.

“Pertama mesti mengetahui kapasitas diri sendiri. Kedua, ada kemauan. Ketiga, pemanasan yang baik, peralatan baik, dan waktu pendinginan cukup. Terakhir, atur waktu olahraga serutin mungkin. Itu lebih penting,” Dody Kurniawan menjelaskan.  

Konsisten berolahraga jauh lebih penting jika dibandingkan seberapa berat olahraga yang dilakukan. Cedera dalam bidang kedokteran ortopedi, bisa terjadi dalam beberapa kondisi. Pertama, terjadi pada tulang.

“Biasanya ketika kita melakukan olahraga high impact, bisa terjadi cedera tulang baik patah tulang, gangguan pada permukaan tulang rawan. Kedua, sendi entah itu terjadi pada kapsul sendi, otot di sekitar sendi, bantalan, atau urat-urat di sekitar sendi,” urainya.

Lebih lanjut Dody Kurniawan menyebut cedera pada sendi terutama terjadi pada olahraga yang melibatkan aktivitas berat seperti melompat atau body contact. Ia lantas menyinggung soal sprain.

“Yang dialami Samuel Rizal adalah sprain di mana terjadi tarikan otot ketika berolahraga melebihi kapasitas kemampuan kita baik dari segi aktivitas, durasi, dan kuantitas, sering terjadi sprain atau tarikan otot, sendi, yang menyebabkan nyeri,” ulas Dody Kurniawan.

“Sepanjang nyeri ini tak berlangsung lama dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, maka masih aman. Ketika nyeri lama hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, itu patut diwaspadai,” ia mengakhiri.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan