Trend Asia Kampanyekan #BersuaraTiapHari dan Rilis Video Klip Prahara Jenggala Bersama Down For Life di Rock in Solo

Kampanye #BersuaraTiapHari dalam ajang musik tahunan Rock in Solo pada Sabtu, 14 Desember 2024 melalui Trend Asia Corner. 

Diperbarui 17 Desember 2024, 23:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Adjie menambahkan bahwa meskipun Down For Life berasal dari Jawa Tengah, mereka memilih Kalimantan Baratsebagai lokasi video klip untuk menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan adalah masalah yang terjadi di seluruh Indonesia. “Kami ingin pendengar kami sadar bahwa perusakan lingkungan memicu ketimpangan sosial. Pemerintah yang kecanduan pembangunan sering kali mengabaikan kemanusiaan dan merampas ruang hidup masyarakat adat,” tegas Adjie.

Saat ini, masyarakat adat Dayak Kualan Hilir di Desa Kualan Hilir, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, tengah menghadapi ancaman besar. Hutan yang turun-temurun menjadi sumber kehidupan mereka kini diincar oleh perusahaan hanya berjarak 1 kilometer dari desa.

“Hutan kami dicuri oleh perusahaan. Padahal hutan itu sudah kami kelola sejak lama. Hutan adalah sumber penghidupan kami. Di sana kami menanam durian, bambu, sawit, tengkawang, karet, dan banyak tanaman lainnya. Bahkan obat-obatan alami pun kami dapat dari hutan,” ungkap Ratius, warga Dayak Kualan Hilir.

p>

Krisis Iklim dan Solusi Berbasis Energi Terbarukan

Pengampanye Bioenergi Trend Asia, Amalya Oktaviani, menjelaskan bahwa kasus yang terjadi di Kualan Hilir adalah potret nyata kerusakan hutan di Indonesia. Hutan alam dibabat dan digantikan dengan perkebunan skala besar, mengakibatkan penyingkiran masyarakat adat, hilangnya biodiversitas, dan memperparah krisis iklim akibat tingginya emisi karbon dari deforestasi. 

“Yang kita butuhkan saat ini adalah dorongan kuat untuk beralih ke energi bersih dan terbarukan yang berkelanjutan. Selain itu, pengelolaan sumber daya harus berbasis komunitas masyarakat. Dengan demikian, keseimbangan ekologi dan ekonomi dapat tercapai,” tegas Amalya.

Kampanye #BersuaraTiapHari tidak hanya hadir di Rock in Solo, tetapi juga telah dibawa ke berbagai acara lain, seperti Tur Grup LAS! di Kalimantan Barat, Festival Iklim di Bali, dan sejumlah festival literasi di berbagai daerah. Hal ini membuktikan bahwa setiap individu bisa menyuarakan kepeduliannya terhadap krisis iklim melalui berbagai medium.

Rock in Solo, dengan kehadiran Trend Asia Corner dan peluncuran video klip Prahara Jenggala, menjadi momen penting untuk mendorong publik agar terus #BersuaraTiapHari. Musik dan seni menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan kritis dan membangun kesadaran tentang ancaman krisis iklim serta ketimpangan sosial yang dihadapi masyarakat Indonesia.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, kampanye ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak orang untuk berani bersuara demi keadilan sosial, lingkungan, dan masa depan yang lebih baik.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan