Awal Mula Sid Vicious Kedapatan Tak Bisa Bermain Bass
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5050292/original/000766300_1734109309-Sex_Pistols_June_4_1976.jpg)
Isu Sid Vicious tak bisa bermain bass mencuat pertama kali setelah ia tampil dalam konser pertamanya bersama Sex Pistols di The Screen on the Green, Inggris, pada 3 April 1977. Debut Sid Vicious setelah menggantikan posisi bassist Sex Pistols sebelumnya itu, direkam oleh sineas sekaligus musisi Don Letts yang kemudian muncul menjadi sebuah film berjudul Punk Rock Movie (1978).
Namun dalam film yang dibuat dalam berbagai segmen dengan banyak musisi itu, diketahuilah bahwa Sid tidak bisa bermain musik dengan baik. Bahkan ia tidak memiliki pengalaman bermain bass. Gitaris Sex Pistols, Steve Jones, bercerita dalam program video berjudul "Never Mind the Bollocks | Steve Jones | Talks at Google" perihal instrumen bass yang tak pernah dimiankan Sid dalam rekaman maupun di atas panggung.
Dalam video tersebut, Steve Jones mengaku bahwa dirinyalah yang mengisi instrumen bass dalam album perdana dan satu-satunya band Sex Pistols, Never Mind the Bollocks, Here's the Sex Pistols. Ia juga menyatakan bahwa Sid Vicious sempat diizinkan bermain bass pada satu lagu berjudul "Bodies". Namun setelah rekaman, permainan bass Sid hanya digunakan sebagian dan Jones kembali turun tangan merekam ulang permainan bass Sid Vicious. Hal serupa juga terjadi dalam lagu hit mereka, "God Save the Queen".
Mengutip laman faroutmagazine.co.uk, biasanya tiap Sex Pistols tampil live Steve Jones dan Paul Cook benar-benar menunjukkan keahliannya dalam bermain musik. Sementara Sid Vicious tak pernah terlihat seperti itu. Beberapa sumber juga mengklaim bahwa sang bassist lebih sering tidak menggunakan alat musiknya agar permainannya tidak mengganggu suara.
Terkendala oleh Kecanduan Narkoba
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5050293/original/005672500_1734109309-Sex_Pistols_i_Norge__1977__6263353228_.jpg)
Sid Vicious juga disebut seringkali melewatkan sebagian besar latihan dan sesi rekaman Sex Pistols karena ia sedang berada di rumah sakit akibat hepatitis yang diduga disebabkan oleh penggunaan narkoba suntik, seperti disampaikan Steve Jones dalam buku Lonely Boy - Tales from a Sex Pistol yang terbit pada 2017 silam.
Kondisi Sid Vicious itu tak lepas dari dampak seringnya ia menggunakan heroin. Mendiang Dee Dee Ramone, pemain bass band punk The Ramones, menjadi saksi bisu bagaimana Sid menyuntikkan narkoba dalam lebih dari satu kesempatan.
Bahkan, seorang seorang teman dari Johnny Rotten mengaku pernah memergoki Sid Vicious menyuntikkan narkoba saat masih tinggal bersama ibunya, dan Sid mengatakan narkoba itu milik sang ibunda, mengutip popmatters.com dalam artikel "So Tough: The Boy Behind The Sid Vicous Myth".
Sempat Belajar Bass pada Lemmy Kilmister
Melansir faroutmagazine.co.uk, Sex Pistols rupanya merekrut Sid Vicious yang merupakan teman masa kecil John Lydon alias Johnny Rotten, hanya karena sikap dan selera busananya yang sangat cocok dengan Sex Pistols. Padahal, Sid Vicious yang kala itu menggantikan bassist sebelumnya, Glen Matlock, hanya memiliki sedikit pengalaman dan pelatihan di bidang musik.
Mujurnya, meskipun bass bisa menjadi instrumen yang sulit untuk dikuasai, musik punk hanya menuntut seorang bassist untuk memainkan nada dasar yang kira-kira seirama dengan ketukan maupun permainan drum. Namun, banyak sumber yang membuktikan bahwa Sid Vicious hanya memiliki sedikit bakat alami serta etos kerja layaknya seekor kungkang yang sedang dibius.
Padahal sebelum bergabung dengan Sex Pistols, Sid Vicious sempat mendapatkan pelatihan dasar dari vokalis Motorhead yang sangat terkenal, mendiang Lemmy Kilmister (meninggal 2015). Meskipun musik Lemmy beraliran heavy metal, ia menjadi pendukung awal gelombang punk sekaligus teman-temannya di Sex Pistols.
"Johnny Rotten biasa pergi dan menonton Hawkwind (grup musik asal Inggris) bermain. Saya ingat dia muncul dengan rambut panjang dan mantelnya yang menawan di pertunjukan London. Sid Vicious tinggal di flat (hunian vertikal) saya selama beberapa bulan, dan saya mencoba mengajarinya bermain bass, tetapi dia tidak bisa melakukannya,” ujar Lemmy kepada Louder Than War pada tahun 2011, mengutip faroutmagazine.co.uk.
Tidak Marah Disindir Tak Bisa Main Bass
Setelah Sid Vicious berkali-kali gagal menguasai permainan bass, Lemmy pun menyerah dan berhenti mengajarinya. Namun, biarpun Sid Vicious masih setengah hati untuk belajar bermain bass, ia tetap ditempatkan di posisi tersebut. Satu hal yang tak kalah menarik, Sid rupanya tidak marah ketika ia disindir tak bisa bermain bass oleh Lemmy.
“Suatu hari, ia berlari ke flat dengan penuh semangat, sambil berkata. ‘Lemmy, aku mendapatkan pekerjaan di Sex Pistols.' Saya berkata, ‘Hebat, sebagai bagian dari kru tur?’ Dan saya tertawa (lalu bilang), ‘Kamu bahkan tidak bisa bermain bass, kamu tidak bisa melakukannya,’” kenang Lemmy kepada Louder Than War.
Tentunya, di balik "keajaiban" Sid Vicious selama menjadi personel Sex Pistols, kematian tragisnya memberi sedikit ruang yang menyentuh hati. Ditambah lagi, hingga hari ini pengaruh besar Sid Vicious masih diakui dalam budaya populer sebagai ikon mode dan musik, di luar bakatnya sebagai pemain bass yang kurang mumpuni.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1642812/original/076889400_1499488316-6__Vicious__WC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)