Rocker Kasarunk Garap Lagu Tentang Keintiman dengan Pasangan, Ferdy Tahier Pilih Gunakan Bahasa Inggris

Ferdy Tahier memanfaatkan waktu luang untuk membawa Rocker Kasarunk comeback dengan karya-karya barunya, termasuk lagu yang mengusung tema keintiman dengan pasangan.

Diperbarui 03 Oktober 2024, 19:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sudah Punya Materi Lagi

Ke depannya, Rocker Kasarunk akan menggarap sedikitnya tiga lagu sebagai single-single terbaru mereka. Namun begitu, mereka masih belum mengetahui apakah bakal merilis EP (mini album) atau full album, lantaran sedang kembali membangun keakraban karena sudah cukup lama tak tampil bersama.

"Kami sih kontrak minimal masih tiga single saja dulu. Cuma kami maunya per tiga bulan keluar (rilis). Tapi kalau misalnya diminta bikin lagi, kemungkinan akan ada empat single," terang Ferdy.

"Enggak tahu nanti ke depannya bakal bikin EP atau album, cuma sekarang mau membangun chemistry lagi, sudah lama, jadi banyakin konser," ungkap Ferdy Tahier.

 

Sejarah Terbentuknya Rocker Kasarunk

Rocker Kasarunk terdiri dari Ferdy Tahier (vokal), Aditia Sahid alias Acoy (gitar), Ricky Rahmadi (bass), Christian Wibisono alias Ian (drum), dan Robby Hasibuan (keyboard). Sebelumnya, posisi keyboard diisi oleh Gatz dan Vikri Rasta pernah bergabung sebagai rapper.

Dijelaskan oleh Ferdy bahwa awal terbentuknya Rocker Kasaraunk bukan difokuskan menjadi sebuah band, melainkan proyek bersama Acoy untuk pembuatan lagu-lagu khusus film. Namun seiring perkembangan waktu, akhirnya Ferdy menjadikannya sebagai

"Gua dapat proyekan musik film yang judulnya Biker in Love. Akhirnya gua sama Acoy bikin materinya, sudah dibayar... Enggak jadi filmnya. Lah duit sudah dapat banyak padahal," cerita Ferdy.

"Lalu ketemu orang label, kasih rekaman lagu, disuruh manggung minggu depan. Soal nama, karena kami tidurnya kebalik melulu, terus mengerjakannya sampa siang, tidur, malam mulai lagi," sambungnya.

 

Asal Usul Nama Band

Nama Rocker Kasarunk pun terinspirasi dari judul lagu Iwa K yang rilis pada tahun 1993. Mereka mengaku bahwa nama tersebut makin ke sini seperti mencerminkan genre musik mereka yang makin luas.

"Kan dulu ada Batman Kasarung, ya sudah Rocker Kasarunk saja. Tapi waktu itu kami belum punya player, akhirnya buka audisi... Kasarunk itu artinya 'kesasar" dari bahasa Sunda. Jadi kami ini tersasar ke rock. Padahal kami bukan orang rock," terang Ferdy Tahier.

"Kayaknya sekarang udang enggak kesasar ke rock doang, ya. Ke alternatif, ke genre lainnya, ke mana-mana," timpal Acoy.

"Materi kami ada yang skena senja juga ada. Rocker Kasarunk kayak gitu juga ada," tambah Ferdy.

"Ya mungkin itu kali, ya. Gara-gara nama adalah doa, pas rocker kesasar malah ke mana-mana. Memang band ini agak luas genrenya. Jadi kami main di acara rock iya, jazz iya, terus juga dulu sering di acara indie-indie-an gitu," sambung Acoy.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan