Melalui Film Pendek, Dina Subono Ungkap Cinta Sekaligus Penghargaan Lewat Sosok Bapak

Cerita film pendek yang menyoal Bapak, sedang dalam tahap produksi dengan judul Dear Bapak, digarap penulis cerita yang juga sutradaranya, Dina Subono.

Diperbarui 26 Juni 2024, 19:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Semoga film pendek "Dear Bapak" ini memberi manfaat dan menyadarkan kita untuk benar-benar melihat fenomena dan keberagamaan secara lebih arif dan bijak,” ungkap seniman serba bisa yang juga konsultan hukum Lulusan S2 Magister Kenotariatan Universitas Pancasila Jakarta ini.

Diproduksi oleh Anidkana Films

Film pendek "Dear Bapak” diproduksi oleh Anidkana Films. Penanganan produksi dipercayakan kepada Ramacanaa sebagai Produser Eksekutif, serta Wisnu Heru Luhur dan Yunus Fiore selaku Produser. Director Of Photography dipercayakan kepada Iqbal, Soundman W Oedin Ichsan, dan Behind the Scene Immanuel Ardika.

Ada tiga tokoh utama dalam film ini, yaitu pemeran Pak Suban, diperankan oleh aktor senior alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Dr. Sudibyo JS, S.Sn., M.Sn., yang saat ini juga menjadi Dosen di almamaternya. Selanjutnya ada Erika yang berperan sebagai Cinta, anak Pak Suban, dan Jeki berperan sebagai Rama, pacar Cinta.

Film pendek "Dear Bapak” menceritakan sosok perempuan bernama Cinta, seorang anak tunggal yang orangtuanya bercerai. Cinta tinggal bersama bapaknya yang menjadi orangtua tunggal bernama Pak Suban. Ada konflik batin sehingga Cinta tidak merasa dekat dengan Bapaknya.

 

Bukan sekadar cerita tentang keluarga

Wisnu Heru Luhur selaku produser film pendek ini mengatakan, film ‘Dear Bapak’ bukan sekadar cerita tentang keluarga, melainkan menjembatani kompleksitas emosi manusia.

“Alur penceritaannya sangat terfokuskan pada aspek verbal maupun non-verbal tentang esensi dan entitas dari sebuah hubungan. Mengingatkan kita setiap momen berharga, dan jangan disia-siakan. Pentingnya mengungkapkan cinta dan penghargaan sebelum terlambat,” ujar Wisnu Heru Luhur.

Wisnu Heru Luhur, Sarjana Seni lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Jurusan Film yang kini sedang melanjutkan kuliah S2 di kampus yang sama ini sebagai seorang produser film ia merasa terhormat bisa menyampaikan cerita menarik dari Dina Subono. Sebuah kisah tentang penyesalan dan rekonsiliasi seorang anak kepada ayahnya.

“Setiap momen adalah kesempatan untuk mencintai, memaafkan, dan menghargai orang-orang terdekat kita. Melalui film ini kami berharap dapat menyentuh hati penonton. Mengingatkan bahwa waktu adalah anugerah yang tidak selalu berpihak,” ujar Wisnu Heru Luhur.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Hernowo Anggie, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan