Kalya Mahiya Promosi Budaya Indonesia, Ikuti Program Pertukaran Budaya di Jepang

Kalya Mahiya mengikuti kegiatan Cultural Exchange Programme Japan di Akita, Jepang.

Diperbarui 08 Mei 2024, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sebelum anak-anak Indonesia mengikuti kegiatan Cultural Exchange Programme Japan di Akita, Jepang, biasanya anak-anak ini akan diajarkan tentang budaya Indonesia.

“Kami bekerja dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia untuk mengajarkan budaya Indonesia, mulai dari berapa banyak bahasa di Indonesia, berapa banyak tarian tradisional di Indonesia. Sehingga melalui program pertukaran budaya ini anak-anak akan memahami dari mana dia berasal. Anak-anak sekarang lebih tahu Korean pop, Harajuku tanpa mengetahui kebudayaannya sendiri. Jadi sebelum mengetahui kebudayaan negara lain, anak-anak harus mengetahui tentang kebudayaan Indonesia itu sendiri,” ungkap Kiki.

“Jadi anak-anak belajar budaya sendiri dengan cara yang fun,” sambungnya.

Dal

am program pertukaran budaya di Akita Jepang, anak-anak Indonesia mempelajari tentang kebudayaan Jepang.

“Anak-anak belajar tentang kebudayaan dan nilai-nilai positif masyarakat Jepang, seperti sopan santun, ketepatan waktu dan etos kerja. Juga belajar bahasa Jepang dan mempraktikkan secara langsung melalui interaksi dengan masyarakat lokal,” tutur Kiki.

Mengajarkan

Salah satu peserta pertukaran budaya ini adalah Kalya Mahiya. “Kalya Ke Jepang membawa budaya Indonesia. Contohnya saat Kalya mengajarkan anak-anak Jepang menari tarian tradisional Indonesia. Dan anak-anak Jepang ini sangat senang belajar tarian ini. Apa yang dilakukan Kalya ini merupakan salah satu apresiasi dan kecintaan kepada budaya negara sendiri. Dan budaya ini harus dipromosikan,” tukas Kiki.  

Program pertukaran budaya yang dilakukan Kiny Cultura Indonesia, tidak hanya dilakukan di Akita saja. Sudah banyak negara yang dikunjungi dalam program ini. Sebut saja, untuk benua Asia, ada Jepang dan Singapura. Lalu Osenia, ada Selandia Baru. Selanjut benua Eropa dan Amerika, ada Inggris, Bulgaria, Italia, Spanyol hingga Perancis serta Amerika Serikat.

Harapan Kiki melalui program pertukaran budaya ini untuk menciptakan anak-anak Indonesia yang cinta akan budayanya sendiri. “Mereka menjadi anak-anak global tapi memiliki jati diri bangsa Indonesia,” pungkas Kiki Puspita Sari.

 

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan