Vidi Aldiano Mengaku Sempat Agnostik, Ingat Momen Nangis Saat Kembali Salat yang Membuatnya Merinding

Ramadhan tahun ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Vidi Aldiano. Ia kembali beribadah puasa setelah empat tahun tidak dapat menjalankannya karena menjalani pengobatan kanker ginjal.

Diterbitkan 17 Maret 2024, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ramadhan tahun ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Vidi Aldiano. Ia kembali beribadah puasa setelah empat tahun tidak dapat menjalankannya karena menjalani pengobatan kanker ginjal.

Siapa sangka, di balik sifat ceria bak social butterfly yang dimilikinya, penyanyi berusia 33 tahun itu punya sisi lain yang jarang terekspos oleh dunia hiburan.

Hal itu dibagikannya saat menjadi bintang tamu dalam konten Youtube berjudul Log In yang dibawakan oleh Habib Ja'far dan Onadio Leonardo yang dipublikasikan pada Sabtu (16/3/2024). Vidi buka-bukaan soal kisah spiritualnya.

Banyak orang mengira kalau Vidi Aldiano baru-baru ini memeluk agama Islam, katanya. Padahal, pelantun lagu "Buktikan" itu seorang Islam tulen. Yang lahir sudah beragama Islam.

“Banyak yang mengira aku tuh baru masuk Islam, tahu Bib,” kata Vidi lalu ditimpali Habib Ja’far, “Loh, saya juga (mengira) begitu. “

“Enggak gitu maksudnya, iya baru ber-Tuhan, tapi bener 2019 kali ya, kayak benar-benar meresapi-Nya,” jawabnya.

Reward dan Punishment

Vidi Aldiano sempat berpikir bahwa agama itu sebuah traksaksi. "Kayak gak ada space untuk percaya secara utuh. Karena dari kecil gua kan dari sekolah Islam kan, jadi kaya emang diajarin teknis-teknisnya terus kaya dikasih tahu reward dan punishment dalam agama ini, gitu, " kata Vidi.

Suami Sheila Dara menerangkan bahwa pemahaman yang diterimanya dari kecil itu malah timbul rasa ketakutan. Ibarat layaknya, ketika di sekolah mendapat nilai buruk, yang membuatnya takut akan dimarahi oleh orangtua. "Sama halnya takut nih ngga sholat, karena nanti bisa masuk neraka, plus dimarahin mama papa lagi " terangnya.

Apalagi dirinya dibesarkan dalam keluarga yang taat beribadah. "My mom, itu lumayan Islam-nya ketat banget. Dari kecil kayaknya kalau dibangunin Subuh, pasti dibangunin Mama. Bukan karena keinginan sendiri. Sama sekali, ngga pernah, " ungkapnya

"Jadi, rasanya salat itu terpaksa. Dan kalau misalnya ngga salat kan mamanya sedih, atau Mama nanti marah. Itu rasanya punishment dong buat anak," dia menyambung.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Dari situlah, Vidi merasa sholat hanya untuk menggugurkan kewajibannya sebagai muslim. Bukan yang memaknai esensi salat itu sendiri. Sampai ia beranjak dewasa. Ketika kuliah di luar negeri, ia mulai mencari tahu megenai Tuhan yang sebenarnya.

Halaman
Show All
Jihan Rafifah Mahdiyyah, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan