Badai Lengkapi Album Kedua dengan Single Belum Bisa Percaya, Tentang Kisah Cinta Generasi Sekarang

Badai merilis single baru berjudul “Belum Bisa Percaya” yang nantinya akan melengkapi album solo kedua berisi 8 lagu.

Diperbarui 25 Januari 2024, 20:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Musisi Badai yang juga dikenal sebagai pencipta lagu, akhirnya kembali berkiprah sebagai penyanyi solo di NAGASWARA. Pada awal tahun 2024 ini, Badai merilis single baru berjudul “Belum Bisa Percaya”. Single ini nantinya akan melengkapi album solo kedua Badai yang berisi 8 lagu.

Single “Belum Bisa Percaya” lahir dari pengamatan Badai terkait kondisi percintaan yang gagal “move on” dari masa lalu. Tentu saja, kondisi ini juga terjadi dalam percintaan generasi sekarang. Ketidakmampuan menyelesaikan masalah dengan mantan kekasih, malah menyakitkan pasangan sekarang, bahkan bagi keduanya.

“Ceritanya diambil dari orang-orang yang tidak bisa menyelesaikan masa lalunya, tapi mau memulai suatu hubungan baru dengan pasangan barunya. Selalu timbul kecurigaan, sehingga hubungannya menjadi belum bisa percaya satu sama lainnya,” terang Badai.

Sementara, konsep musik “Belum Bisa Percaya” masih tetap berada di rel pop cinta balada yang selama ini menjadi “trademark” Badai dalam menciptakan lagu-lagunya. Bedanya, di single ini Badai mengambil notasi lagu-lagu pop akhir tahun 1970-an.

“Jadi agak berbeda dengan konsep musik lagu-lagu saya yang sebelumnya berpedoman pada musik pop tahun 1990-an. Intonasi lagu ini saya serap dari notasi-notasi pop tahun 1970-an akhir, menjelang tahun 1980-an, lah. Saat ini saya sering mendengarkan lagu-lagu seperti itu, kayak Barry Manilow, Anne Murray dan Lobo,” jelas Badai.

 

 

Musik Single Belum Bisa Percaya Secara Spesifik Memakai Orkestrasi

Penggarapan musik single “Belum Bisa Percaya” secara spesifik memakai orkestrasi dengan menggunakan jasa Alvin Witarsa sebagai arranger orchestra, dimana string section-nya tidak terlalu tebal tapi ada di belakang lagu membungkus aransemen yang sudah terjadi.

“Tapi itu juga tidak terlalu dominan dari notasi aransemen aslinya. Kemudian di interlude-nya tidak lagi menggunakan interlude gitar tapi mengunakan notasi yang sama dibunyikan oleh string, flute, dan juga dibunyikan oleh gitar. Mixing dan mastering oleh Stephan Santoso menjadikan suara sound drum era tahun 70 an itu pun dibalut dengan musik yang lebih kekinian,” tambah musisi lulusan Trisakti itu.

Kon

sep solo Badai terutama pada lagu dan irama tentu berbeda dari sebelumnya. Ada beberapa lagu yang dibuat banyak memainkan genre musik yang selama ini tidak pernah disentuhnya seperti city pop Jepang, pop RNB eighties nineties.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Untuk pop-nya sendiri lebih simple namun sisi akustiknya sangat kuat. Kemudian Badai juga membedakan dari album solonya tahun 2014 (“Love Life Woman”) yang sangat Bryan Adam (pop rock), namun saat ini ia memainkan musik-musik retro. Dan dari sisi penampilan kostum saat ini Badai lebih suka yang “light colour”.

Halaman
Show All
Hernowo Anggie, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan