Momen Chelsea Islan Dampingi Ibunda Lawan Kanker, Dukung Kampanye Indonesia Bebas Kanker Payudara

Chelsea Islan himbau semua orang untuk melakukan medical check-up terhadap payudara mereka.

Diperbarui 28 September 2023, 18:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Narasumber yang diundang adalah Dr. Jeffry B. Tenggara, Sp.PD-KHOM (Medical Oncologist), Maya Hasan (Harpist, Actress, Practitioner), dan Merry Riana (Entrepreneur, Investor, Content Creator).

Selain itu, ada Gerakan 10.000 USG Payudara Gratis yang diperuntukkan bagi perempuan Indonesia dengan keterbatasan finansial. Lovepink juga memberikan sarana untuk mempromosikan aktivitas bisnis UMKM para warriors dan survivors melalui THE PINK MARKET.

Kegiatan kedua adalah PINK CARNIVAL, yaitu kampanye peduli kanker payudara berwujud parade di jalan protokol, sekaligus sebuah perayaan kehidupan bersama para Breast Cancer Warriors & Survivors, dengan mengenakan kostum dan atribut serba pink yang meriah.

Acara akan berlangsung pada hari Minggu, 15 Oktober 2023 di Thamrin Lobby Plaza Indonesia. Acara ini didukung dengan penampilan spesial Jember Fashion Carnaval (JFC) yang memeriahkan parade jalan bersama Chelsea Islan, peserta UI Fashion Week, 2ICONS, dan Reza Andriyanto (L-Men of the Year 2022).

Pemeriksaan USG Payudara Gratis untuk 10.000 Perempuan

Tahun ini, Lovepink kembali mengadakan USG Payudara Gratis untuk mendorong peningkatan kesadaran masyarakat melakukan deteksi dini yang dapat mengurangi potensi paparan kanker payudara stadium lanjut.

Sampai akhir Agustus  2023, Gerakan 10.000 USG Payudara bekerjasama dengan beberapa rumah sakit di wilayah Padang, Banjarbaru, Jabodetabek, Yogyakarta, Bandung, Jember, Surabaya dan Malang.

Secara berkala, Lovepink akan meningkatkan target penerima manfaat agar semakin banyak perempuan dengan keterbatasan finansial di Indonesia yang mendapatkan akses untuk melakukan deteksi klinis.

Gerakan ini sejalan dengan WHO Global Breast Cancer Initiative yang bertujuan mengurangi angka kematian akibat kanker payudara global sebanyak 2,5 persen, antara 2020 sampai 2040 dengan melakukan deteksi dini melalui SADARI dan SADANIS (Periksa Payudara secara Klinis), diagnosis tepat waktu, dan manajemen kanker payudara yang menyeluruh. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Vera Utami, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan