Kalya Mahiya Ingin Semakin Banyak Generasi Muda yang Melestarikan Tarian Indonesia 

Kalya Mahiya memiliki prestasi mumpuni di seni tari.

Diperbarui 20 April 2023, 21:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kalya Mahiya Pravina bisa dibilang sebagai salah satu Kartini muda Indonesia. Remaja putri berusia 13 tahun memiliki prestasi mumpuni di seni tari. Karena kecakapannya, Kalya, demikian ia biasa, menjadi sosok remaja putri yang istimewa. 

Setiap tahun, pada tanggal 21 April, kita memperingati Hari Kartini. Hari Kartini menjadi momen mengenang perjuangan RA Kartini untuk mewujudkan kesetaraan antara laki-laki dan wanita, khususnya di bidang pendidikan.

Pencapaian yang diraih Kalya membuat Indonesia bangga, karena semakin banyak Kartini Kartini Muda yang berjuang meraih mimpinya, tidak lekas puas dengan pencapaian dan mau terus meningkatkan kapasitas dirinya.

Kalya saat ini bersekolah di SMP Al Izhar Pondok Labu Jakarta. Meski menggeluti dunia tari, prestasi akademik Kalya sangat ciamik. Lalu sejak kapan Kalya suka menari? 

“Aku pertama menari di usia 4 tahun dan tarian pertama adalah Tari Dayak dari Kalimantan,” terang Kalya yang merupakan Duta Budaya Kiny Cultura Indonesia.

 

 

Tarian Modern

Di usia belia, di mana banyak anak-anak remaja lebih memilih tarian modern, tapi Kalya memilih tarian Indonesia. Apa alasannya? “Karena tarian Indonesia merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang harus dilestarikan. Aku ingin bisa belajar banyak tarian Indonesia sebagai wujud melestarikan budaya Indonesia,” ucapnya tersenyum.

Hingga saat ini, ada 13 tarian yang dikuasai Kalya. Sebut saja Tari Yospan dari Papua, Tari Enggang dari Kalimantan Timur, Tari Kembang Kipas, Tari Lenggang Nyai, Tari Topeng, Tari Kite Satu, Tari Dewangga dari Betawi, lalu Tari Piring dari Sumatera Barat, Tari Marpangir dari Sumatera Utara, Tari Tifa dari Nusa Tenggara Timur, Tari Giring Giring dari Kalimantan Tengah, Tari Ratoh Jaroe dari Aceh, hingga Tari Lancang Kuning dari Riau.

“Untuk menguasai satu tarian dibutuhkan waktu satu bulan untuk belajar tari kategori solo dan kurang lebih 2-3 bulan untuk belajar tari grup karena butuh waktu yang lebih lama untuk belajar kekompakan,” ucapnya.

 

Menekuni Dunia Tari

Karena telah menekuni dunia tari selama 9 tahun, telah banyak prestasi yang diraih Kalya. “Untuk tingkat nasional sekitar 17 piala dan dan ada 5 piagam penghargaan untuk tingkat internasional, baik tarian kategori solo maupun grup,” tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Dari semua prestasi yang telah diraih Kalya, kompetisi apa yang paling berkesan? Yang paling berkesan saat ikut lomba di Wales, United Kingdom tahun 2019 di ajang Llangollen International Musical Eisteddfod, kategori folkdance.  “Ini kali pertama aku ikut kompetisi internasional dan meraih juara 2 bersama teman teman dari Gema Citra Nusantara. Saat itu, usiaku 9 tahun,” imbuh Kalya.   

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan