Membedah Seberapa Efektif Masker Organik Untuk Wajah

Banyak yang bertanya-tanya bahwa skincare yang menempel di kulit berjam-jam belum tentu berpengaruh lalu membandingkannya masker organik yang dipakai selama 15-20 menit.

Diperbarui 24 November 2022, 09:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sebelum berbagai merk dan jenis-jenis skincare booming, masker organik sudah terlebih dahulu menjadi primadona para pejuang kulit sehat. Faktanya, sebelum ini banyak dari kita yang rela untuk meracik sendiri bahan-bahan alami yang dipercaya dapat memberikan nutrisi dan vitamin untuk wajah.

Contohnya saja yang sudah sering digunakan adalah bubuk beras putih, tomat, madu, biji kopi, lidah buaya, kunyit, dan sebagainya.

Masker organik atau masker alami yang digunakan pada wajah selama 15-20 menit, sampai hari ini masih dipercaya sebagai bagian dari perawatan kulit yang akan memberikan hasil cepat dan lebih menjanjikan.

Pasalnya, masker jenis itu minim campuran bahan kimia, pengawet, pengharum, serta pewarna dan dirasa lebih aman, terlebih bagi pemilik kulit sensitif.

 

 

Menyesuaikan Bahan dan Takaran

Sebagian besar dari kita tentunya juga menyesuaikan, bahan apa yang akan digunakan dan bagaimana masalah serta kondisi kulit untuk mengurangi resiko iritasi.

Dari bahan alami yang telah diolah, biasanya masker organik langsung dapat diaplikasikan ke wajah secara menyeluruh.

Fakta unik lainnya, ada yang membedakan bahan ataupun takaran masker organik yang diolah untuk beberapa bagian wajah karena adanya perbedaan ketebalan pada kulit.

Menurut Simanjuntak, perbedaan ketebalan kulit di bagian tubuh disebabkan oleh perbedaan ketebalan stratum corneum.

Sehingga jumlah bahan aktif yang diabsorpsi untuk satu molekul yang sama akan menunjukan hasil yang berbeda tergantung pada struktur anatomi di bagian wajah yang diolesi masker.

 

Efektititas Masker Organik

Berdasarkan penelitian tahun 2019 dalam Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan yang berjudul “Efektivitas Natural Face Mask dalam Meningkatkan Kelembaban Kulit Wajah” menyebutkan bahwa efektivitas penggunaan masker organik akan membuahkan hasil jika bahan dasar yang diolah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kulit.

Terbukti melalui hasil survei yang melalukan pengamatan menggunakan uji ANOVA. Pada minggu pertama, Berdasarkan hasil perhitungan statistika diketahui 0.129 lebih besar dari 0.05, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan pada nilai kelembaban kulit wajah (dahi, hidung, dagu, dan pipi).

>Hasil pengukuran dengan skin analyzer HL-611 menunjukkan bahwa rerata kelembaban kulit berkisar antara 32.975-36.85 persen.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Nilai kelembaban kulit wajah mulai meningkat dari minggu ke-2 pengamatan. Pada sumber keragaman (SK) waktu (minggu ke-), didapatkan nilai F-hitung lebih besar dari F-tabel 5 persen (71.668 lebih besar dari 2.664) dan dari perbandingan antara nilai signifikansi dengan angka 0.05 menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari angka 0.05 (0.000 lebih kecil dari 0.05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada tingkat kelembaban kulit wajah di setiap minggu dengan penggunaan rutin.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan