Komika Abdur Arsyad Luapkan Kesedihan dan Kekesalan Soal Tragedi Kanjuruhan: Saya Tidak Tahan Lagi, Saya Marah Sekali

Komika Abdur Arsyad merasa bahwa menyalahkan suporter sebagai titik kesalahan dalam tragedi itu adalah tidak tepat.

Diterbitkan 05 Oktober 2022, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sistem yang Jelek

Sayangnya, hal itu tidak terjadi dalam sepak bola. Abdur Arsyad menyebut bahwa titik permasalahan yang terjadi itu adalah sistem yang mengelola dunia sepak bola Indonesia.

"Manusia itu kalau sudah suka sesuatu kemudian fanatik dan membawa massa yang banyak, semakin banyak massanya, maka semakin besar juga potensi perputaran uang ada, dan ketika potensi putaran uang itu banyak, sayangnya yang mengatur itu bukan orang-orang pintar. Dan itu dari dulu begitu, itu titik masalahnya. Karena kita selama ini diatur sama orang-orang bodoh, to**l, mereka itu to**l, tidak paham mereka itu. Kita bicara sekeras apapun mereka itu tidak paham perasaan ini," beber Abdur Arsyad.

 

Tak Lagi Dilihat sebagai Manusia

Tak hanya itu saja, Abdur Arsyad merasa bahwa selama ini pengelola mengabaikan keselamatan dan nyawa seseorang hanya demi keuntungan semata.

"Karena kita itu tidak dilihat lagi sebagai manusia, tidak dilihat sebagai Abdur, Arie, Mamat, atau Pandji Pragiwaksono, nama-nama kita hilang di mata mereka, kita ini adalah sumber uang," jelasnya.

"Nama kita itu sudah diganti 50 ribu rupiah per tiket itu. Kita itu dihitung sebagai perolehan tiket, bukan lagi nyawa A nyawa B, bukan. Dan itu titik masalahnya. Selama orang-orang ini masih mengatur kita di situ, maka kita hanya akan dibawa dari kedukaan satu ke kedukaan lain," tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Surya Hadiansyah, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan