Anak Risma Marah Dapat Tindakan Diskriminasi di Sebuah Tempat Permainan

Anak Risma mengaku mendapatkan perlakuan tidak adil.

Diperbarui 01 September 2022, 17:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menantu Menteri Sosial Tri Rismaharini atau akrab disapa Risma, Erra Masita Maharani, mendadak menumpahkan kekecewaan terhadap salah satu tempat bermain anak di Surabaya. Istri Fuad Benardi itu merasa mendapat tindakan diskriminasi.

Erra Masita Maharani dan Fuad Benardi menceritakan kronologi masalah yang terjadi. Awalnya mereka masuk ke salah satu tempat bermain anak untuk mengajak buah hatinya bersenang-senang.

Lalu Erra Masita Maharani yang mendampingi anaknya kerap menerima teguran pegawai tempat bermain. Hal itu terjadi dikarenakan masalah masker.

"Sejak awal memang ditegaskan masuk harus pakai masker, kalau nggak pakai masker dapat teguran 3 kali, lalu pegawainya berhak mengusir. Waktu itu sebagai parents aku okein. Setelah di dalam anakku memang nggak mau pakai masker sudah aku paksa dan itu aku juga sudah diingatkan dan dibuntuti sama salah satu pegawainya cowok. Ke manapun anakku pergi dia buntutin aku," ujar Erra kepada wartawan.

 

Masker

Fuad Benardi punya alasan mengapa anaknya tak mau pakai masker. Hal itu dikarenakan buah hatinya masih kecil.

Namun, Fuad Benardi tetap merasa ada tindakan yang berbeda. Pegawai tempat bermain itu seakan begitu mengawasi sekali anaknya.

"Namanya anak 2 tahun ya pasti melawan karena dari dulu ketika dipakaikan masker mesti tidak mau. Tindakan diskriminasi sudah terlihat dari awal, saat mulai bermain. Anak kami lewat pendamping sudah diingatkan bolak-balik untuk memakaikan masker bahkan sampai diinfokan lewat microphone. Karena tetap tidak mau pakai akhirnya kami diminta untuk keluar. Saat itu kami bisa menerima karena memang aturan seperti itu," tutur Fuad.

 

Janggal

Di saat hendak keluar dari tempat bermain itu, Fuad Benardi dan Erra Masita Maharani melihat ada dua anak tak memakai masker. Mereka makin merasa janggal setelah dua anak itu tak diperingati dan dijaga.

Fuad Benardi dan Erra Masita Maharani pun menumpahkan kekesalan ke tempat bermain tersebut. Mereka sama sekali tak terima dan merasa ada perbedaan perlakuan.

"Apabila diusir harusnya semua anak yang tidak pakai masker diusir, tidak hanya anak kami yang mohon maaf suku Jawa sementara lainnya suku berbeda," kata Fuad.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Marah dong kenapa anak gue digituin, anak orang lain yang mungkin kelihatan berada nggak digituin juga. Beda banget perlakuannya," sahut Erra.

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan