Lokita Kampanye Kesehatan Mental Bareng Influencer dan Psikolog Sambil Launching Menu Cokelat Unik

Lokita Indonesia juga menyediakan wadah konsultasi gratis dengan psikolog serta mengupas efek cokelat yang bisa bikin bahagia dan melawan stres dari sudut pandang ahli kesehatan mental.

Diperbarui 31 Agustus 2022, 09:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Launching Produk Baru

Dalam kesempatan yang sama, Lokita juga launching menu baru berisi menu-menu coklat dengan rasa unik. Di mana menu minuman coklat terbaru ini diproduksi sendiri dan diolah dengan racikan RnD khas Lokita.

Cita rasa yang ditonjolkan adalah kepekatan cokelat yang dikombinasi dengan beberapa produk lainnya seperti teh, kopi, buah, dan cheese.

“Ternyata banyak riset yang menyebutkan bahwa coklat itu mampu mengatasi stress, meningkatkan mood yang kemudian mendukung beberapa hal terkait kondisi psikologis, sehingga dapat membantu diri kita untuk merasa bahagia. Yang bisa membangkitkan mental yang baik dan sehat itu, semuanya berasal dari dalam diri kita. Termasuk dengan potensi yang ada pada diri kita sendiri,” kata Itsna Iftayani S.Pd.i, M.A dosen Psikologi UMP.

 

Menggelar Talkshow

Selain sesi sharing bersama psikolog, Lokita juga menggelar talkshow dengan tema ‘You Matter Start Now’ di Wonogiri. Di semua event ini Lokita berbagi 500 cup minuman coklat varian terbarunya.

Acara ini juga didukung oleh Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setiabudi. Ia pun turut menyampaikan harapannya terkait kampanye seputar kesehatan mental untuk masyarakat umum.

“Saya mendukung sekali program dari Lokita. Harapan saya ke depannya Lokita dapat terus berinovasi mengembangkan kampanye-kampanye tentang kesehatan mental seperti ini, yang membawa manfaat untuk seluruh masyarakat umum, khususnya di Kabupaten Purworejo” pungkasnya.

 

Isu Kesehatan Mental

Belakangan ini isu kesehatan mental terutama di kalangan anak muda semakin menguat. Meski sudah banyak yang aware mengenai kesehatan mental, masih ada juga yang mengenyampingkan dan menganggap kesehatan mental tidak sepenting kesehatan fisik.

Alhasil, kesehatan mental yang seharusnya disembuhkan justru semakin parah karena ketidaktahuannya dan kurangnya rasa peduli terhadap diri sendiri. Belum lagi, lingkungan yang tidak mendukung akan membuat seseorang yang punya permasalahan mental lebih sulit untuk bercerita.

Padahal, menjaga kesehatan mental supaya tetap ‘waras’ ini tak kalah penting dengan kesehatan fisik. Kesehatan mental bisa memengaruhi aktivitas harian hingga produktivitas seseorang.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan