Sukses

Reaksi Ketua MUI Saat Hotman Paris Minta Maaf soal Holywings: Stafnya Terlalu Kreatif, Hilang Sensitivitas

Liputan6.com, Jakarta Salah satu pemegang saham Holywings, Hotman Paris Hutapea, menyambangi rumah Ketua MUI bidang Dakwah dan Ukhuwah sekaligus Rais Suriah PBNU, yakni KH Cholil Nafis.

Silaturahmi ini untuk menjelaskan perkara dugaan penistaan agama sejumlah karyawan Hollywings terkait promosi minum alkohol gratis buat mereka yang bernama (maaf) Muhammad dan Maryam.

Momen pertemuan Hotman Paris dan Cholil Nafis direkam dalam video kemudian diunggah di akun Instagram terverifikasi presenter program The Hotman, pada Minggu (26/6/2022).

“Saya atas nama pribadi dan juga atas nama Holywings sebagai institusi, memohon maaf kepada Bapak Kiai Cholil Nafis dan juga kepada umat Islam,” ucap Hotman Paris dalam video tersebut.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Klarifikasi dan Tabayun

Cholil Nafis menyambut hangat itikad baik Hotman Paris untuk tabayun dan minta maaf. Secara pribadi ia memaafkan dan meyakini setiap manusia pasti pernah berbuat salah.

“Terima kasih Bang. Masyaallah, masyaallah saya ucapkan terima kasih dan bangga Abang bisa klarifikasi, tabayun ke rumah ini. Dan sebagai pribadi, ya saya memaafkan Bang,” katanya.

3 dari 4 halaman

Perbaiki, Bertobat, Minta Maaf

“Karena pasti setiap orang melakukan kesalahan dan sebagai orang yang berbuat kesalahan adalah yang memperbaiki, bertobat, dan juga minta maaf,” Cholil Nafis menambahkan.

Ia yakin umat Islam bersedia memaafkan. Namun, penistaan agama diatur dalam undang-undang. Polisi telah turun tangan dan menetapkan sejumlah tersangka, maka proses hukum tetap berlangsung sebagai pembelajaran bagi anak buah Hotman.

 

4 dari 4 halaman

Hilang Sensitivitasnya

“Ini anak buah Abang, stafnya terlalu kreatif, hilang sensitivitasnya bahwa ini ranah agama. Mungkin niatnya baik atau apa wallahualam,” Cholil Nafis berpendapat.

“Oleh karena itu saya sepakat ini diteruskan di ranah pengadilan, proses hukum berjalan. Mudah-mudahan berjalan lancar untuk menemukan keadilan yang seadil-adilnya,” pungkasnya.