LMK Pelari Nusantara Resmi Dapatkan Izin Mengkolek Royalti

LMK Pelari Nusantara resmi mendapatkan Izin Operasional dari Kemenkumham.

Diperbarui 15 Desember 2021, 20:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pelopor

Sandec juga ingin agar Pelari Nusantara ini nantinya menjadi pelopor pembaharu atau modernisasi di bidang musik.

"Meskipun Pelari Nusantara ini ibarat bayi baru lahir, tetapi saya ingin agar bisa menjadi pelopor pembaharu di jagad musik Indonesia, terutama dibidang pengelolaan dan pendistribusian royalti musik," tambahnya.

Dalam Kesempatan yang sama, Awaludin Sinaga yang menjabat sebagai sekjen, juga turut memberikan keterangannya, saat ditanya awak media tentang berapa persen potongan yang akan dilakukan LMK Pelari ini untuk biaya operasional.

"Hari ini kita secara resmi mendapatkan izin operasional dari Direktorat Hak Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI. Sebagai tahap awal kita akan memotong sekitar 25% dari total royalti yang diterima sebagai operasional, meskipun didalam Undang-Undang dimungkinkan kita memotong 30% untuk biaya operasional," kata Awaludin.

 

Penjelasan

Pencipta lagu Senior Rudy Rampengan yang juga merupakan salah satu pendiri juga turut memberikan penjelasan kepada awak media bahwa LMK-Pelari Nusantara ini lahir atas dasar kenyataan ia lihat sendiri.

"Kami selama 3 tahun lebih memperjuangkan berdirinya Pelari Nusantara ini tentu karena melihat bahwa LMK yang ada selama ini pengelolaanya kurang memberikan apresiasinya kepada para pencipta lagu. Sehingga menurutnya para pencipta lagu tidak mendapatkan hak yang wajar,” ujar Rudy.

Beberapa musisi yang karya lagunya terkenal sudah bergabung dengan LMK Pelari, di antaranya ada Fariz RM, Keenan nasution, Andy Mapajalos, Rudy Rampengan, kemudian Nyong Franco yang menciptakan lagu “ Gemufamire“ dan lain-lain.

"Lagu Gemufamire ini terkenal sejak 2013 silam, lagu Nyong Franco yang berjudul Maumere terkenal dimana-mana, bahkan untuk berberapa kegiatan lagu ini juga dipakai dimana mana, termasuk instansi TNI dan Polri dan instansi lainnya, si pencipta lagunya belum menikmati hasil Royaltynya yang layak. Semoga dengan bergabungnya Nyong Franco di LMK-Pelari Nusantara ini dapat merasakan Hak Ekonominya secara Baik dan Transparan. Pelari Nusantara siap menjadi lokomotif modernisasi pengelolaan royalty musik," pungkas Sandec.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan