Review Film Oldboy: Setelah Dendam Dibayar Tuntas, Berapa Lama Efek Puas Bertahan di Hati Manusia?

Oldboy, salah satu film Korea legendaris yang diproduksi pada 2003, tayang lagi di bioskop dalam format 4K. Gambar lebih jernih dan detail.

Diperbarui 06 November 2021, 08:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Digali dari Pertanyaan

Kemenangan tinggal selangkah lagi namun tak semudah yang dibayangkan. Sebuah rahasia besar dari masa lalu Dae Su terkuak dalam album foto yang membuat hatinya ambyar. Yang terjadi kemudian, penyesalan seumur hidup.

Tak terlalu sulit mengikuti pergerakan cerita Oldboy. Ia bertutur dengan “lurus,” sementara Park Chan Wook yang membidani naskah bersama Lim Jun Hyung dan Hwang Jo Yun berfokus pada pengukuhan karakter Dae Su.

Motivasinya menuntut balas digali dari pertanyaan, mengapa ia mendadak dipenjara selama itu? Lalu, kapan ia keluar? Adakah cara untuk kabur? Andainya ada, apakah Dae Su akan selamat mengingat ia tak tahu berada di sel nomor berapa dan lantai berapa? Dan sebagainya.

Empati dan Berbahaya

Pada menit awal, Choi Sin Mik memang enggak ada lawan. Air muka, garis wajah, hingga sorot matanya meyakinkan kami bahwa ia tak bersalah, bosan, depresi, dan nyaris putus asa.

Dialah magnet terkuat dalam film ini, yang mampu mentransfer segala bentuk energi negatif (apapun namanya) kepada penonton. Walhasil, audiens terjebak dalam dua perasaan: Ingin berempati, namun di sisi lain mereka sadar bahwa laki-laki ini berbahaya.

Setelahnya, ada performa aktris Kang Hye Jung yang sejak awal juga menyita perhatian. Lirikan matanya dan cara menyentuh tangan konsumen adalah bentuk profesionalisme seorang pekerja. Namun, tergambar jelas “penyakit” bernama kesepian di matanya.

Dendam dan Kepuasan

Koneksi dua tokoh ini sulit dilupakan. Bahkan, setelah 18 tahun berlalu. Oldboy bentuk kejelian para kreator dalam memilih para pemain. Semuanya terasa pas dan bermain asyik, termasuk Yoo Ji Tae yang karismatik.

Keren. Itu kesan pertama saat ia muncul di layar. Tapi rapuh. Tapi jahat. Tapi ironis. Tapi enggak bisa dibenci begitu saja dan masih banyak tapi lainnya.

Esensi film ini bukan sekadar peragaan bagaimana penokohan yang apik dibangun. Bukan pamer teknis sinematografi yang memukau. Oldboy adalah penggambaran hati manusia. Salah satu dialog membahas inti dendam. Setelah terlampiaskan, apa yang didapat manusia? Kepuasan? Bisa jadi.

Namun berapa lama kepuasan itu bertahan di hati? Jika kepuasan itu memudar oleh waktu, apakah ketenangan terbit sebagai pengganti? Atau, rasa bersalah jilid kedua yang melahirkan sepi mematikan?

Di Balik Darah dan Teriakan

 

Akhir film ini memperlihatkan bagaimana sang pembalas dendam mengekspresikan “kemenangan” yang kemudian diketahui semu. Oldboy tampak luar penuh dengan adegan kekerasan. Karenanya, ia dilabeli 21 tahun ke atas di Indonesia.

Namun, di balik darah, teriakan, dan depresi yang selalu berlebih di sepanjang film ini, kita melihat bagaimana manusia mengelola hati. Mayoritas salah treatment. Penonton dipersilakan belajar. Bukankah untuk mengetahui tragedi itu pahit kita bisa belajar dari kejatuhan orang lain?

Di banyak festival film Choi Min Sik dan Kang Hye Jung meraih penghargaan Aktor Terbaik juga Aktris Terbaik. Memang sebagus itu performa mereka. Anda bisa menyaksikan (lagi) di bioskop mulai pekan ini.

 

 

Pemain: Choi Min Sik, Yoo Ji Tae, Kang Hye Jung

Produser: Lim Seung Yong

Sutradara: Park Chan Wook

Penulis: Lim Jun Hyung, Hwang Jo Yun, Park Chan Wook

Produksi: Show East

Durasi: 120 menit

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan