Sukses

Imbas Komentar Mengenai Santri Penghafal Al Quran, Gus Miftah Merasa Gagal Jadi Guru Deddy Corbuzier

Liputan6.com, Jakarta - Deddy Corbuzier beberapa waktu lalu menjadi sorotan gara-gara komentarnya mengenai santri penghafal Al Quran yang menutup telinga saat mendengar musik. Deddy Corbuzier sendiri telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

Namun rupanya masalah ini juga menyeret nama Gus Miftah. Selama ini, Deddy Corbuzier memang diketahui cukup dekat dan banyak belajar mengenai Islam dari Gus Miftah.

Bahkan saat memutuskan menjadi mualaf, suami Kalina Ocktaranny itu juga disaksikan dan dibimbing membaca dua kalimat syahadat oleh Gus Miftah.

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Dampak

Karena kejadian komentar itu, banyak yang menganggap bahwa Deddy Corbuzier salah memilih guru.

"Salah satu impact-nya kan ke aku nih, yang dianggap sebagai guru lo lah. Dianggap salah milih gue lah, dan sebagainya," kata Gus Miftah dalam video di YouTube Deddy Corbuzier yang diunggah pada Minggu (19/9/2021).

 

3 dari 5 halaman

Kegagalan

Gus Miftah sendiri mengakui bahwa masalah ini adalah bagian dari kegagalannya sebagai guru Deddy Corbuzier.

"Ya mungkin saya (yang salah). Karena ini juga bagian dari kegagalan saya sebagai guru. Artinya transfer knowledge antara gue dan you barang kali tidak sempurna," aku Gus Miftah.

 

4 dari 5 halaman

Belajar dari Masalah

Kendati demikian, Gus Miftah menekankan kepada Deddy Corbuzier untuk belajar tak hanya dari dirinya saja. Termasuk juga belajar dari kesalahannya sendiri.

"Aku mau ngomong ke netizen bahwa saya tidak pernah meminta Deddy buat belajar hanya dengan aku tapi dengan semua orang. Aku minta Deddy belajar. Salah satunya dengan kasus yang kemaren," terang Gus Miftah.

 

5 dari 5 halaman

Proses

Gus Miftah juga tidak ingin menyalahkan Deddy Corbuzier sepenuhnya, ia menyarankan Deddy Corbuzier untuk mengambil pelajaran dari kesalahannya agar bisa lebih baik ke depannya.

"Saya pikir itu salah satu proses belajar yang harus lo lalui. Mungkin tahapan belajar begitu, nggak ada salahnya. Guru terbaik kamu itu kesalahan terakhir kamu," tutur Gus Miftah.