Review Film Black Widow: Bukan Show Tunggal Natasha Romanoff, Padat Konflik dan Mendebarkan

Pemutaran Black Widow di Indonesia menandai beroperasinya kembali bioskop Tanah Air di tengah PPKM. Berikut review film Black Widow.

Diterbitkan 19 September 2021, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kesan pertama menonton Black Widow, tempo ceritanya cepat dengan konflik padat. Formula tersebut sukses membuat film berdurasi dua jam lebih ini tak terasa bertele-tele dan lama.

Tajamnya konflik terasa bahkan pada 10 menit pertama. Ada misteri yang disimpan oleh penulis dan membuat kita terus bertanya ada apa dengan keluarga Natasha Romanoff sebenarnya. Penonton seperti dikejar-kejar.

Bagai Dua Kutub

Kalau pun ada jeda untuk menghela napas, kita tak 100 persen dipersilakan leha-leha. Pasalnya, ada penjelasan latar belakang konflik dan penokohan dari mengapa keluarga Natasha tercerai berai hingga sepanas apa hubungannya dengan personel Avengers yang lain.

Scarlett Johansson dan Florence Pugh bagaikan dua kutub berbeda meski ada di “tubuh” yang sama. Scarlett konsisten serius dan nyaris tak punya selera humor. Bisa jadi karena sejak awal, Natasha bad mood duluan dengan tim Avengers.

Florence mengimbanginya dengan gaya selengekan, kadang moody dan sentimental. Namun, untuk urusan skill membunuh, boleh diadu dengan kakaknya. Benturan dua tokoh ini menciptakan konflik sampingan yang membuat Black Widow lebih gereget.

 

Bukan Pertunjukan Tunggal

Sementara konflik utama sejatinya terasa ekspres dan berlalu begitu saja. Untungnya, ia setia pada sajian baku fisik, identitas yang membedakan Black Widow dari pahlawan super lain.

Di tangan Cate Shortland, Black Widow tak lantas menjadi pertunjukan tunggal Scarlett Johansson. Ia tetap memberi ruang gerak dalam takaran cukup untuk Florence, Rachel, bahkan David sekalipun.

Black Widow menarik karena sosoknya sendiri dan organisasi yang melingkungi. Ia tak perlu mendatangkan pahlawan super dari “provinsi” lain agar penonton terkesima.

Lebih Membumi

Sejak awal, Natasha Rumanoff dan keluarganya memang membumi. Menempatkan diri seolah mereka seperti kita pada umumnya. Ndilalah, Natasha dan keluarganya dapat mandat menyelamatkan bumi. Itu saja bedanya.

Dengan pendekatan humanis, ia tetap punya hati meski kebanyakan perempuan “yang terpilih” di kondisikan tak punya sanubari berikut memori. Tak terjebak pada glorifikasi sisi feminin, Black Widow layak disebut salah satu pahlawan super terbaik tahun ini.

 

 

Pemain            : Scarlett Johansson, Florence Pugh, David Harbour, Olga Kurylenko, William Hurt, Rachel Weisz, Ray Winstone, O-T Fagbenle

Produser          : Kevin Feige

Sutradara        : Cate Shortland

Penulis            : Eric Pearson

Produksi          : Marvel Studios, Walt Disney Pictures

Durasi             : 2 jam, 14 menit

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan