Resensi Film Wrath of Man: Jangan Macam-macam Sama Bung Jason Statham, Nanti Kena Dor

Film Wrath of Man yang dibintangi Jason Statham laris manis. Ia memuncaki box office dunia dan mendominasi layar bioskop Indonesia.

Diperbarui 10 Mei 2021, 14:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bab pertama ini bisa jadi tak sekuat bab lain. Namun, Guy dengan lihai mengemas Patrick Hill menjadi pribadi eksentrik yang patut “dicurigai” penonton. Nilai pas-pasan kok dijadikan poros cerita?

Setelahnya, adalah aksi-aksi dengan plot maju mundur. Dalam konteks film aksi dengan karakter tak terlalu banyak, maju mundurnya alur tak sampai membuat kepala terasa cekot-cekot.

 

Tampil Dingin

Kita mudah menandai para tokoh dan apa motivasi mereka. Jason sendiri tampil dingin seperti biasa. Trio Marn-Ivan-Guy meletakkan fondasi untuk Patrick Hill sebagai manusia yang bukan setengah dewa.

Lebih dari sekali kena bedil tapi ia tipe die hard. Susah matinya, kalau tak mau dibilang enggak ada matinya. Tahan banting. Dar-der-dor seolah jadi kesehariannya.

Di belakangnya, diletakkan sejumlah tokoh pendukung yang membuat kita paham siapa dan mengapa Hill sedemikian dingin. Aturan utama menonton film seperti ini adalah trust no body.

 

 

Hati Paru Ginjal Jantung

Jangan percaya siapa pun yang tampil di layar, khususnya yang berada di lokasi kejadian (baca: Fortico). Semua kecurigaan Anda, tentu terkonfirmasi di babak akhir. Guy menyiapkan bab yang judulnya bikin deg-degan (Hati Paru Ginjal Jantung) ini dengan sangat ciamik.

Ini ditandai dengan perubahan ekspresi Jason setelah kehilangan anak. Tanpa mengalami tragedi ini saja, Hill adalah sosok yang tak banyak bicara, minim humor, dan menjunjung tinggi asas “datang ke kantor hanya untuk bekerja setelah itu capcus.”  

Sejak tragedi itu, sikap dinginnya makin ngadi-ngadi. Untuk menebus rasa sakit dan kebekuan hati ini, Hati Paru Ginjal Jantung hadir dengan unsur chaos tingkat tinggi. Namun, memiliki akhir yang tak terlalu brutal.

Elegan Dalam Tanda Kutip

Cenderung “elegan” malah. Ingat, ini film action. Paham, kan kenapa ada dua tanda kutip mengapit kata elegan. Wrath of Titan, tipe film aksi yang menuntut penonton fokus ke layar. Jadi sebaiknya jangan disambi dengan balas chat via WhatsApp atau pipis.

Benar, jumlah tokoh yang ditampilkan sedikit. Namun, adegan demi adegan dibuat sedemikian padat. Sejumlah tokoh yang tampil sekelebat atau muncul untuk dibunuh bisa jadi kurang penting.

Namun mereka hadir untuk memberi tahu betapa gawatnya masalah yang sedang menggelinding. Wrath of Titan salah satu mahakarya Guy di genre aksi. Ia juga menjadi pencapaian keaktoran Statham berikutnya.

 

 

 

Pemain: Jason Statham, Holt McCallany, Jeffrey Donovan, Josh Hartnett, Scott Eastwood

Produser: Bill Block, Guy Ritchie, Ivan Atkinson

Sutradara: Guy Ritchie

Penulis: Marn Davies, Ivan Atkinson, Guy Ritchie

Produksi: Metro Goldwyn Mayer, Miramax

Durasi:1 jam, 59 menit

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan