Sukses

Laporan Kinerja Lembaga Sensor Film 2020: 37.954 Tayangan Televisi Disensor, 16 Materi Ditolak LSF

Liputan6.com, Jakarta Awal semester pertama 2021, Lembaga Sensor Film (LSF) membeberkan Laporan Kinerja Lembaga Sensor Film Tahun 2020 dan Peluncuran Video Klip Budaya Sensor Mandiri secara virtual.

Dalam laporan yang dibeberkan Ketua LSF, Rommy Fibri Hardiyanto, pada Kamis (11/2/2021) terungkap sejumlah fakta menarik. Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia per Maret 2020 berdampak serius pada industri film nasional.

 

Rommy menyebut hanya 68 film Indonesia yang “mendatangi” LSF. Padahal, tahun sebelumnya lebih dari 100. Sementara film impor untuk bioskop susut menjadi 120-an saja.

2 dari 5 halaman

Memang Terkena Pandemi

“Film impor 120 untuk bioskop, sebagaimana kita ketahui bioskop sempat tutup enam bulan kemudian baru buka. Ini memengaruhi jumlah film yang disensor terutama juga produksinya memang terkena pandemi,” Rommy mengulas.

Berbanding terbalik dengan layar lebar, jumlah tayangan televisi yang didaftarkan ke LSF meningkat tajam. "Untuk televisi justru meningkat, jadi sekitar 37.954 judul,” ia menyambung.

3 dari 5 halaman

328 Judul

Tayangan televisi yang dimaksud termasuk sinetron, FTV, dan format lain. Penyensoran berdasarkan UU Penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran yang ditetapkan KPI.

Rommy menambahkan, semua yang tayang di televisi kecuali news dan siaran langsung harus disensorkan dan disensor LSF. Ini mandat undang-undang. Sementara konten DVD yang diperiksa LSF sepanjang tahun lalu mencapai 328 judul.

4 dari 5 halaman

Catatan Tidak Lulus Sensor

Untuk jaringan informatika dalam hal ini platform streaming seperti Disney+ Hotstar, Maxtream, Netflix, KlikFilm, jumlahnya 599. Materi untuk festival sekitar 150 judul. Kalangan terbatas atau materi untuk event tertentu hanya 9 judul.

“Di luar itu semua, kami menolak materi yang tidak lulus sensor berjumlah 39 untuk 2019. Kemudian tahun 2020, ada 16 judul. Jadi ada juga materi tidak lulus sensor dan ini perlu kami sampaikan,” kata Rommy. 

5 dari 5 halaman

Keberatan dan Dialog LSF

“Pemilik film, pihak rumah produksi atau produser dan sutradara boleh minta bertemu LSF untuk melakukan dialog tentang klasifikasi maupun scene atau adegan yang menjadi catatan,” imbuhnya.

Terkait materi penyiaran sepanjang 2020, Rommy menilai tak ada masalah signifikan. “Artinya, ketika menjadi catatan LSF, yang ditayangkan dengan yang diberikan catatan itu sama,” ia mengakhiri.