Sukses

Pernah Jadi Ateis, Dena Rachman: Kalau Memang Tuhan Ada, Mengapa Aku Dibikin Seperti Ini?

Liputan6.com, Jakarta Setelah memutuskan menjadi transgender, Dena Rachman produktif berkiprah di dunia mode dan sempat membintangi film Flight 555. Dena Rachman mengaku jalan hidupnya tidak mudah.

Baru-baru ini, Dena Rachman buka kartu soal perjalanan spriritualnya. Ia mengaku sempat tidak percaya bahwa Tuhan itu ada. Kini, Dena Rachman blak-blakan telah pindah agama.

“Pertama kali dulu 2009. Mungkin mereka lebih bisa memahami. Cuma mungkin bokap nyokap gue bingung kali ya ini anak maunya apa sih pindah-pindah melulu,” beri tahu Dena Rachman.

2 dari 5 halaman

Hadapi Doktrin dan Stigma

Proses untuk menemukan keyakinannya yang sekarang tidak instan. Dena Rachman melewati pergumulan batin serta harus menghadapi sejumlah doktrin maupun stigma yang menyakit hatinya.

“Sebelumnya aku bukan orang yang percaya Tuhan karena pengalaman hidup dan pergumulan gue. Ditambah lagi dengan apa yang orang bilang, doktrin-doktrin, stigma-stigma, jadi enggak percaya,” Dena Rachman mengenang.

3 dari 5 halaman

Mempertanyakan Tuhan

Pengakuan ini disampaikannya dalam video “Sempat Ateis, Akhirnya Dena Rachman Percaya Pada Tuhan” yang mengudara di kanal YouTube Daniel Mananta Network, Selasa (17/11/2020).

“Makanya dulu sering banget aku mempertanyakan diri sendiri, mempertanyakan Tuhan, mempertanyakan keberadaan-Nya. Kalau memang Engkau ada dan sayang dengan umat-Mu, mengapa aku dibikin seperti ini, kenapa?” akunya.

4 dari 5 halaman

Penuh Kebencian Waktu Itu

Kondisi ini membuat hati Dena Rachman diliputi emosi negatif. “Aku penuh kebencian waktu itu. Jadi aku tidak percaya pada Tuhan. Aku bisa bilang aku ateis,” kata Dena Rachman.

Beruntung, Dena Rachman sejak kecil suka belajar. Ia mencari tahu konsep Tuhan lewat pendekatan sains. Diakui Dena Rachman, ia kerap mendapat penghakiman sejak jadi trangender. 

5 dari 5 halaman

Kamu Tidak Disambut

“Karena gue di agama gue benar-benar: Tidak, kamu tidak disambut dan diterima, kamu salah, kamu penuh dosa, dan kamu akan masuk neraka,” paparnya panjang. Dalam kondisi seperti ini, keluarga memberi dukungan.

“Mereka tahu pengalaman dan asal-usulku dan kenapa gue memilih pilihan gue apa pun itu termasuk (agama) yang ini. Awalnya mereka syok. Bisa dibilang, (menurutku) mereka lebih gampang menerima waktu gue ganti gender ha ha ha,” pungkasnya.