Hari Musik Nasional, Ini 10 Cover Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

Merayakan Hari Musik Nasional, kami hadirkan 10 cover lagu Indonesia terbaik dalam sejarah. Adakah lagu favorit Anda? Atau punya pendapat lain?

Diterbitkan 09 Maret 2020, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dear pembaca Showbiz Liputan6.com, kami ucapkan selamat Hari Musik Nasional. Hari Musik Nasional diperingati setiap 9 Maret, bertepatan dengan lahirnya komponis lagu kebangsaan "Indonesia Raya" W.R. Supratman. Seperti diketahui, 10 tahun terakhir wajah industri musik Indonesia berubah. Penjualan kaset dan CD lesu. 

Industri musik memasuki era unduh. Standar platinum yang semula untuk penjualan 150 ribu kopi diturunkan. Fenomena lain, makin maraknya lagu kover atau lagu lawas yang dinyanyikan kembali dengan aransemen musik serta vokal baru. Ada yang sukses, menyamai, bahkan melampaui versi aslinya. Banyak pula yang melempem. 

Menyanyikan kembali lagu lawas sebenarnya bukan fenomena baru. Sudah ada sejak dekade 1990-an. Merayakan Hari Musik Nasional, kami hadirkan 10 kover lagu Indonesia terbaik dalam sejarah. Pemilihan berdasarkan meledak tidaknya lagu kover ini di pasar, dampaknya terhadap karier sang penyanyi, dan tentu saja kualitasnya tak kalah ciamik dari versi asli. Sekali lagi, Selamat Hari Musik Nasional.

1. “Dia” (Reza Artamevia, 1997)

Versi asli: Vina Panduwinata (album Citra Ceria, 1984)

“Dia” salah satu materi emas dari album Keajaiban yang dirilis Reza Artamevia di bawah payung Aquarius Musikindo. Dilapisi aransemen format dansa plus vokal Reza dengan pendekatan musik hitam, “Dia” menjadi nomor berhawa seksi yang mampu berdiri sendiri. 

Makin cling berkat videoklip bernuansa kuning oranye dengan konsep peragaan busana. Publik tak kan lupa adegan Reza melenggang di catwalk bersama anjing dalmatian yang ikonis.

Terbuai dengan corak vokal Reza yang sensual, sejenak kita lupa bahwa “Dia” nomor lawas milik Si Burung Camar, Vina Panduwinata. “Dia” bersama “Pertama” dan “Satu Yang Tak Bisa Lepas” adalah trisula yang mengantar Reza meraih platinum pertama. Keajaiban menetapkan standar baru bagaimana album debut semestinya dibuat.

2. “Andaikan Kau Datang” (Erwin Gutawa feat. Ruth Sahanaya, 2004)

Versi asli: Koes Plus (album Volume 9, 1973)

Karya Koes Plus itu abadi. Siapa pun yang menyanyikannya kembali kesulitan untuk menyaingi gaya sederhana Koes Plus yang melegenda. Menyadari hal ini, Erwin Gutawa mengambil pendekatan berbeda saat mengaransemen sejumlah hit Koes Plus maupun Koes Bersaudara.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Contoh terbaiknya ada di nomor “Andaikan Kau Datang.” Di pertengahan lagu, sang maestro menyisipkan ilustrasi tembang “Tangis Di Hatiku” tanpa merusak keutuhan lagu utama. Kerasa, enggak? Album Salute to Koes Plus/ Koes Bersaudara yang dirilis Sony Music terjual lebih dari 200 ribu kopi. Erwin Gutawa meraih platinum pertama dan hingga kini masih satu-satunya. “Andaikan Kau Datang” menandai kembalinya Ruth Sahanaya di puncak popularitas setelah “Keliru” dan “Ingin Kumiliki”(1999).

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan