Lebih Dekat dengan Timo Tjahjanto, Sutradara Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2

Selaku sutradara, Timo Tjahjanto berhasil mencampuradukkan rasa takut penonton lewat atmosfer kengerian yang ia ciptakan dalam film.

Diterbitkan 05 Maret 2020, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dara memiliki ide cerita horor yang fresh dimana seorang wanita muda bernama Dara memiliki restoran dengan sajian makanan enak, ternyata daging manusialah yang menjadi bumbu kelezatan.

Tak seperti kebanyakan film horor yang sekadar menjual jumpscare, The Mo Brothers lebih dari itu. Mereka tak segan menghadirkan cipratan-cipratan darah dalam bentuk visual yang mengerikan.

Film-Film Lain

Sukses dengan Dara, The Mo Brothers kemudian menuangkan skenario panjangnya dengan merilis film Rumah Dara (2010) atau Macabre, yang sukses menuai pujian dari para kritikus film.

Lewat Rumah Dara, The Mo Brothers turut melejitkan nama pemeran utama Shareefa Daanish sebagai Ibu Dara, mengantarkanDaanish sebagai aktris terbaik di Puncheon International Fantastic Film Festival di Buncheon, Korea Selatan.

Mengikuti kesuksesan Rumah dara, The Mo Brothers kemudian menyutradarai film bergenre sejenis, Killers (2013). Killers merupakan kolaborasi pertama Indonesia-Jepang yang berhasil tampil dalam festival international bergengsi di Amerika yakni, Sundance Film Festival.

Timo kemudian mulai mendirect film antologi perdananya V/H/S/2 (2013) – Segmen “Safe Haven”. Ia berkolaborasi dengan sutradara The Raid, Gareth Evans. Safe Haven dinilai sebagai segmen terbaik.

Penghargaan

Kembali lagi mengusung nama The Mo Brothers, Timo dan Kimo membuat film action pertama mereka berjudul Headshot (2016) yang dibintangi oleh Iko Uwais. Tak hanya diapresiasi di dalam negeri, Headshot juga menoreh prestasi dunia dengan mendapatkan standing ovation saat world premiere diToronto International Film Festival (TIFF).

Film laga ini juga diganjar penghargaan prestisius dalam ajang L'Etrange Festival Paris 2016. Setelah film Headshot, Timo kemudian melanjutkan untuk membuat film-film solonya.

Nama Timo kian diperhitungkan setelah ia merilis film The Night Comes For Us (2018), film action yang menghadirkan Joe Taslim dan Iko Uwais. Timo menciptakan adegan laga yang penuh tumpah darah dengan cerita yang kompleks dari banyaknya karakter yang terlibat.

TNCFU menjadi film original Netflix pertama dari Indonesia dan sukses mencuri perhatian sineas internasional. Salah satunya adalah kreator film Deadpool, Robert Liefield. Ia menilai masa depan film-film bergenre action ada di tangan Timo Tjahjanto.

Sebelum Iblis Menjemput

Pada 2016, Timo menyutradarai film Sebelum Iblis Menjemput yang dibintangi Chelsea Islan dan Pevita Pearce. Horor, slasher dan gore menjadi elemen-elemen dalam film tersebut.

Bukan setan lagi yang dihadapi, tapi Timo menciptakan kengerian dan menyematkan teror satanic dengan frasa Iblis. Film SIM pun melalang buana ke sejumlah festival kelas dunia LEtrange Festival Paris, US Fantastic Festival, BFI London Film. Bahkan berhasil memenangkan penghargaan sebagai film horor terbaik di SITGES Film Festival.

Sukses dengan film pertama, Timo kemudian melanjutkan cerita iblis di sekuel Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 yang sedang tayang di bioskop.

(Screenplay Films)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan