Mangkujiwo: Cikal Bakal Lahirnya Kuntilanak dalam Pasungan

Mangkujiwo adalah nama sekte yang disebut-sebut dalam tiga film Kuntilanak versi Julie Estelle dan Evan Sanders.

Diterbitkan 04 Februari 2020, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Satu tips untuk Anda yang belum menonton, perhatikan tata artistiknya. Dari dokar hingga mobil. Dari tata busana hingga lift tempat seorang tokoh bekerja. Dengan kata lain, penata artistik Mangkujiwo patut diapresiasi lantaran menghadirkan penanda yang membuat audiens tidak bingung.

Akting Djenar dan Asmara

Penyunting gambar Mangkujiwo pun berhasil mengelabui penonton. Tiga per empat kisah Mangkujiwo membuat kita terus bertanya perihal apa yang akan terjadi, motif sejumlah tokoh, dan bagaimana ini akan berakhir. Yang unggul aktingnya, Djenar Maesa Ayu. Ia konsisten dengan raut tenang tapi keberpihakannya selalu bikin kami bertanya-tanya.

Lalu, Asmara. Beberapa kali kami melihat ekspresinya mengundang simpati. Dalam penderitaannya, masih ada sisa-sisa kegenitan yang terjelaskan di paruh kedua. Ini soal siapa dia dan profesinya. Di bagian akting ini ada beberapa problem yang kami rasakan. Pertama, chemistry Brotoseno dan anaknya terasa masih berjarak.

Kedua, artikulasi Brotoseno termasuk pemilihan kata ganti yang berubah-ubah. Dari Romo menjadi Aku, saat berbincang dengan anak. Ini membuat kedekatan dua generasi terasa agak kabur. Faktor reading yang kurang optimal? Bisa jadi.

Lebih Nyeni

Mangkujiwo memang belum menjawab seluruh persoalan dalam semesta Kuntilanak. Meski begitu, posisinya penting. Ia menerangi beberapa selubung misteri Kuntilanak yang selama ini dibiarkan redup. Film ini memungkinkan kita lebih paham sejarah cermin yang selama ini digambarkan menjadi sarang kuntilanak.

Lalu mengapa cermin itu seolah ada di beberapa tempat. Dan seterusnya. Dengan sinematografi yang mumpuni, beberapa adegan Mangkujiwo terasa seperti panggung teater. Lebih nyeni, amat artsy. Atau apapun itu namanya.

Film ini dengan mudah mengantongi 500 ribu penonton. Mengingat, pada hari pertama penanyangan menyerap lebih dari 50 ribu orang. Namun untuk tembus sejuta, agak sulit meski tidak mustahil.

 

 

Pemain: Sujiwo Tejo, Asmara Abigail, Roy Marten, Karina Suwandi, Djenar Maesa Ayu, Samuel Rizal, Septian Dwicahyo, Kedung Darma Romansha, Landung Simatupang

Produser: Raam Punjabi

Sutradara: Azhar Kinoi Lubis

Penulis: Dirmawan Hatta, Erwanto Alphadullah

Produksi: MVP Pictures

Durasi: 1 jam, 46 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan