Hanya Manusia: Tema Langka Untuk Industri, Disertai Sejumlah Catatan Kritis

Hanya Manusia rilisan Divisi Humas Polri mencoba mengisi minornya genre ini.

Diterbitkan 07 November 2019, 20:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ini sebenarnya bisa diakali dengan persembahan babak akhir yang dikemas kolosal. Elemen kolosalnya sudah ada, yakni puluhan polisi berikut armada dan persenjataan lengkap. Populasi villain-nya pun tak kalah banyak dan garang. Ditambah, TKP yang melibatkan alat-alat berat. Lagi-lagi, Hanya Manusia lemah di aspek eksekusi.

 

 

 

Kombinasi Unik

Dengan pelaku babak final sebanyak itu, kami tak melihat baku tembak dan tarung bebas yang bikin jantung berdesir. Termasuk saat sang pemeran utama bertemu dalang perdagangan manusia. Penyelesaiannya terasa mudah, tidak sampai membuat kita gemas apalagi takut kehilangan. Pilar yang paling menarik bagi kami justru senyawa antara Annisa dan Iptu Aryo. Keduanya memperlihatkan gradasi yang indah dan detail. 

Ada nuansa perundungan, khususnya ketika presentasi Annisa dengan mudah dipatahkan atasan. Lalu saat ditugaskan bersama, ada sensasi takut tersaingi hingga menjaga jarak. Memasuki babak akhir, ada upaya saling menenangkan dan melindungi. Di sisi lain, Lian Firman dan Prisia Nasution kombinasi unik. Kali pertama tampil di layar lebar lewat Miracle Menantang Maut (2007), Lian tak pernah main film lagi karena sibuk di sinetron. Salah satu sinetronnya yang legendaris, Cinta Fitri di SCTV. Di situ, ia memerankan Hadi. Sekitar 12 tahun jeda, Lian kembali akting lewat film ini.

 

 

Kurang Memantik Emosi

Problem Hanya Manusia terletak pada pengemasan, pengarahan pemain yang kurang memantik emosi, plus adegan aksi yang belum presisi. Kekuatan film ini, tema yang jarang diangkat ke layar lebar dan tokoh-tokoh dihadirkan dengan fungsi spesifik. Nyaris tak ada tokoh yang mubazir.

Film ini dirilis Divisi Humas Polri yang dulu dikenal lewat film Pohon Terkenal. Setia mengusung profesi polisi sebagai sosok utama, cerita dan penokohan film rilisan Divisi Humas Polri sejatinya memberi warna baru di industri. Tinggal memilih pemain dan kreator mumpuni yang mampu membawa hasil akhir memukau lalu mencetak box office. 

 

Pemain: Prisia Nasution, Lian Firman, Yama Carlos, Verdi Solaiman, Shenina Cinnamon, Tegar Satrya

Produser: M.H. Fransisca Sihombing, Hadi Aldjoeffry

Sutradara: Tepan Kobain

Penulis: Monty Tiwa, Rebecca M. Bath, Putri Hermansjah

Produksi: Divisi Humas Polri

Durasi: 1 jam, 31 menit

 

(Wayan Diananto)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan