Film Bebas: Penyuntingan Gambar yang Ciamik Membuat Cerita Bergerak Dinamis

Diadaptasi dari film Sunny yang laris di Korea Selatan, Bebas mampu berdiri sendiri.

Diterbitkan 09 Oktober 2019, 13:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Perbedaan kurun waktu adalah celah yang dimanfaatkan Mira dan Gina untuk menumbuhkan para personel geng Bebas. Kita melihat Vina bertumbuh. Sama seperti Jessica yang bekerja di perusahaan asuransi, Jojo dan pasangannya, Gina dengan perubahan hidup yang dramatis, dan masih banyak lagi. Kita juga melihat ada hal-hal yang sejak dulu tak berubah seperti makanan favorit atau pekerjaan salah satu tokoh. Entah ini bentuk kesetiaan atau memang tak punya pilihan. Berubah atau tidak, itulah romantika hidup.

Lepas dari Sunny

Riri Riza memotret para tokoh di film Bebas dengan realistis. Apa yang terjadi di Bebas sangat mungkin kita alami. Bisa jadi, kehidupan salah satu geng Bebas pernah, sedang, atau akan kita rasakan. Cerita yang dekat dan disajikan dengan tempo cepat membuat Bebas mudah dinikmati. Membangkitkan suasana riang, sedih, atau bikin kita senyum-senyum sendiri. Bebas mengirim beragam emosi yang bersumber dari alur hidup setiap tokoh. Nyaris semua pemain tampil prima.

Kredit patut diberikan pada Widi Mulia, Marsha Timothy, dan Baim Wong. Pertemuan ketiga tokoh ini di rumah kontrakan, di gang yang tak bisa dilalui mobil adalah momen paling mengharukan bagi kami. Adegan ini dieksekusi dengan dramatisasi tidak berlebih. Namun kita bisa merasakan duka saat Baim dan Marsha saling berpandangan. Saat Widi mengejar sahabatnya di gang untuk memberikan stoples berisi kue, yang dulu mengikat pertalian mereka dengan latar kamar mewah. 

Kekuatan Bebas lainnya datang dari kumpulan lagu yang berenergi. Tak semua lagu mewakili dekade 1990-an. “Sendiri” milik almarhum Chrisye, misalnya, seingat kami dirilis di tahun 1980-an. Meski begitu pemunculan lagu ini didasari alasan kuat mengingat salah satu karakter Bebas menyukai musik lawas. Lagu ini mengiringi momen manis yang menyadarkan salah satu tokoh untuk menyelesaikan apa yang belum tuntas. Bebas bisa jadi salah satu film terbaik tahun ini. Diadaptasi dari film Sunny yang laris di Korea Selatan, Bebas mampu berdiri sendiri.

Potret Sebuah Generasi

Ia mewakili Indonesia di era 1990-an berikut keresahan yang timbul di antaranya. Bebas bukan sekadar alat nostalgia. Benar, “Cukup Siti Nurbaya” mengingatkan kita pada kegeniusan Ahmad Dhani dan kecantikan Bianca Adinegoro.

Benar, “Kebebasan” milik Singiku mengingatkan kita pada si cantik Andhara Early yang mengenakan kawat gigi di video musik karya Glenn Kainama. Video klip itu menang di ajang tahunan Videp Musik Indonesia. Benar juga, kita punya rapper cewek segahar Denada yang mewujud di lagu “Kujelang Hari.” 

Atau Andre Hehanusa yang menjadi cetak biru bagi sejumlah pangeran pop Tanah Air dari Glenn Fredly hingga Afgan yang datang sesudahnya. Di atas parade lagu yang melenakan ini, Bebas mengingatkan kita pada cikal bakal reformasi lewat pembredelan media hingga tukang nasi goreng abal-abal. Era 1990-an, momen penting sekaligus titik genting yang mengubah wajah Indonesia untuk selamanya. Bebas, mengabadikan momen-momen itu untuk kita ingat seterusnya.

Bebas adalah potret sebuah generasi, sebuah masyarakat, sebuah bangsa, juga sebuah pribadi. Ia mewakili kelompok dan di saat bersamaan terasa sangat personal. Kami tak kan lupa pada adegan seorang tokoh bertemu dengan dirinya sendiri dari masa lalu. Keduanya saling memeluk, pertanda ia telah selesai dengan diri sendiri.

Riri Riza mengeksekusi adegan ini penuh rasa, membuat mata kami berkaca lalu basah. Bebas tak berhasil mencetak box office di Tanah Air, karenanya segeralah menonton sebelum masa edarnya di bioskop berakhir.

 

Pemain: Marsha Timothy, Widi Mulia, Indy Barends, Susan Bachtiar, Baik Wong, Luthesa, Maizura, Zulfa Maharani, Agatha Pricilla, Sheryl Sheinafia, Sarah Sechan, Baskara Mahendra, Edward Suhadi

Produser: Mira Lesmana

Sutradara: Riri Riza

Penulis: Mira Lesmana, Gina S. Noer, Kang Hyoung-Cul

Produksi: Miles Films, CJ Entertainment, Ideosource Entertainment, BASE

Durasi: 1 jam, 59 menit

 

(Wayan Diananto)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan