Film Kutuk: Atmosfer Horor dari Wajah-Wajah Keriput Tanpa Suara

Kutuk menampilkan peristiwa beberapa malam di Panti Jompo Elena yang berdiri sejak 1970.

Diterbitkan 26 Juli 2019, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dengan model penuturan semacam ini, praktis cerita bertumpu pada polah pemeran utama, Shandy Aulia. Dalam Kutuk, Shandy berupaya menampilkan kepanikan, rasa penasaran, meredam ketakutan, dan tak mau mati konyol. Asyik saja melihat Shandy menampilkan emosi-emosi negatif seraya mentransfer rasa takut kepada penonton. Momen paling menakutkan, justru saat Shandy berhadapan langsung dengan dalang di balik teror.

Alice Norin Membawa Kejutan

Kutuk memberi tahu penonton bahwa sering kali, perilaku manusia lebih kejam daripada setan yang selama ini ditakuti. Selain performa Shandy yang bikin penonton ikut penasaran, kejutan lain datang dari Alice Norin. Ia tampil ekspresif. Dalam banyak momen ia tampak teduh sekaligus anggun. Di sisi lain, bikin jantung rasanya mau copot. 

Kutuk seolah melawan arus. Belakangan, sejumlah film horor menempatkan anak-anak sebagai pemeran utama. Sebut saja It dan yang masih tayang di bioskop, Child’s Play.

Dari dalam negeri kita melihat kisah sukses Kuntilanak yang tahun lalu meraup 1,2 juta penonton dan tahun ini, 1,8 juta lebih. Sebaliknya, Kutuk membangun atmosfer horor dengan menampilkan wajah-wajah keriput, nyaris tanpa daya, suara, dan riasan. Mereka lebih banyak diam. Beberapa di antaranya tak bernama dan seolah muncul di layar hanya untuk mati.

Punya Gereget Tersendiri

Aura ngeri juga dibangun dari suasana panti yang muram, ornamen atau peranti jadul, adegan hujan serta kaca jendela yang berkabut. Di atas kekurangan dan kelebihannya, Kutuk tetap punya gereget. Ia punya beberapa kejutan dan secuil semangat optimistis memandang hidup lewat mulut tokoh utama.

Ada pula chemistry malu-malu yang dimainkan Shandy dan Bryan. Pertautan keduanya mampu melumerkan suasana tegang meski sejenak. Kutuk bukan horor yang sempurna tapi bisa membuat kita terjebak rasa takut di menit-menit tertentu.

Kutuk, film perdana Shandy Aulia lewat rumah produksi miliknya, Scene Avenue Movies. Wajar jika Shandy memilih genre horor sebagai produksi perdana mengingat ia pernah sukses lewat Rumah Kentang dan Rasuk. Sebagai awal, Kutuk terasa menjanjikan. Dan semoga, ke depan Shandy Aulia tak hanya memproduksi genre memedi. Bagaimana pun, namanya dikenal publik lewat tokoh Tita di komedi romantis Eiffel I’m In Love (2003).

 

 

Pemain: Shandy Aulia, Alice Norin, Stuart Collin, Vita Mariana, Bryan McKenzie, Nek Acih, Laxmi Darra

Produser: Shandy Aulia

Sutradara: Rudi Aryanto

Penulis: Fajar Umbara, Shandy Aulia

Produksi: Scene Avenue Movies, Open Door Films

Durasi: 82 menit

 

(Wayan Diananto)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Fadjriah Nurdiarsih, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan