Sukses

Pokemon Detective Pikachu: Menghibur, tapi Kurang Mainkan Perasaan Penonton

Liputan6.com, Jakarta - Kali pertama dikenal publik pada 1995, Pokemon kini menjadi waralaba media paling menjanjikan sejagat. Sebagai video gim di bawah naungan Nintendo, popularitas Pokemon membayangi Mario Bros.

Sementara serial Pokemon, membayangi popularitas James Bond yang berusia lebih dari setengah abad dan Transformers. Dengan omzet penjualan video gim mencapai lebih dari 180 juta unit sedunia, wajar jika studio raksasa Warner Bros. dan Legendary Pictures berniat memindahkan Pokemon ke layar lebar.

Reputasi Warner Bros dan Legendary Pictures di industri film sendiri terbilang begitu disegani. Dengan pengalaman pernah melahirkan trilogi fenomena Batman (Batman Begins,The Dark Knight, The Dark Knight Rises), dan Harry Potter, Pokemon di tangan Warner diharapkan mampu menjadi mesin penghasil laba berikutnya. Apalagi, Pokemon memasang nama Ryan Reynolds yang mengangkasa berkat Deadpool.

Kisah Pokemon Detective Pikachu dimulai ketika Tim Goodman (Justice) yang kehilangan ibu sejak usia 10 tahun ditelepon pihak Kepolisian Kota Ryme. Letnan Yoshida mengabarkan bahwa ayah Tim tewas dalam kecelakaan mobil. Tim lantas diberi kunci apartemen ayahnya. Di apartemen itu, Tim bertemu Pikachu (Ryan) yang selama ini dirawat sang ayah. Pikachu berkeyakinan ayah Tim masih hidup mengingat jasadnya tak pernah ditemukan.

Pencarian jasad ayah membawa Tim dan Pikachu ke sebuah kantor perusahaan yang dipimpin Howard Clifford (Bill) dan anaknya, Roger Clifford (Chris). Howard memperlihatkan rekaman kecelakaan mobil ayah Tim saat bertugas. Beberapa menit sebelum meledak, ada penampakan spesies Pokemon terkuat, Mewtwo. Bersama reporter magang stasiun televisi CNM, Lucy (Kathryn), Tim dan Pikachu berupaya mengungkap kasus ini.

Diawali dengan seberkas sinar yang menerobos atap laboratorium lalu meledakkan sebuah mobil, Pokemon Detective Pikachu menuturkan kisah dengan alur maju. Sesekali saja film ini menyuguhkan adegan kilas balik untuk menerangi masa lalu Tim dan ayahnya yang renggang.

Kilas balik dimaksudkan untuk membangun alur drama dua generasi. Tidak terasa dramatis, tidak juga menyentuh karena kilas balik begulir nyaris tanpa dialog. Emosi ditransfer ke penonton lewat gestur dan perubahan air muka para tokoh.

2 dari 3 halaman

Minim Emosi

Sementara interaksi tokoh utama dengan Pikachu jarang dibumbui humor. Beberapa adegan konyol membuat kita tersenyum namun tak sampai terpingkal. Sineas Rob tampaknya sangat fokus pada tema pencarian sehingga Pokemon Detective Pikachu menjadi perjalanan mengungkap fakta berdasarkan klu dan data. Sambil jalan, chemistry karakter utama dibangun dengan orang-orang sekitarnya, dari Yoshida hingga Lucy.

Yang kami rasakan, sebagai film pencarian, Pokemon Detective Pikachu berhasil memenuhi tujuan mendasar: menyampaikan cerita. Namun, film ini minim emosi. Pertalian Tim dengan ayahnya tak sampai mencubit hati nurani. Chemistry Tim dan Lucy yang malu-malu kucing tak sampai membuat kami tersipu atau senyum-senyum sendiri. Praktis, daya tarik Pokemon Detective Pikachu ada pada transformasi hubungan Tim dan Pikachu dari saling asing menjadi partner.

3 dari 3 halaman

Twist Tak Tertebak

Beruntung, Pokemon Detective Pikachu diselamatkan oleh twist cerita yang hampir tidak tertebak. Motivasi setiap karakter di film ini terbilang kuat dan beralasan. Dua kekuatan ini ditambah kecintaan terhadap Pikachu yang menggemaskan membuat penonton bertahan sampai menit akhir. Tidak jelek, memang menghibur, hanya kurang mempermainkan perasaan penonton. (Wayan Diananto)

Pokemon Detective Pikachu

Pemain: Justice Smith, Ryan Reynolds, Kathryn Newton, Ken Watanabe, Bill Nighy, Chris Geere

Produser: Hidenaga Katakami, Mary Parent, Don McGowan

Sutradara: Rob Letterman

Penulis: Dan Hernandez, Benji Samit, Rob Letterman, Derek Connolly

Produksi: Warner Bros., Legendary Pictures

Durasi: 104 menit