Tayang Jumat Pagi, Ini Sinopsis FTV SCTV Pak Guru Cintanya Real No Tipu Tipu

FTV SCTV Jumat ini ditayangkan mulai pukul 10.00 WIB.

Diterbitkan 12 April 2019, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta FTV SCTV Jumat pagi ini berjudul Pak Guru Cintanya Real No Tipu Tipu. Kisahnya tentang Lukman yang baru saja pulang mengajar di SD Cihejo Kulon, tiba-tiba dapat kabar kalau abangnya, Deri meninggal dunia. Sontak saja Lukman bergegas ke rumah abangnya yang sudah sukses di Jakarta. Deri meninggalkan seorang putri yang bernama Wulan. Istrinya Deri sudah lama meninggal saat melahirkan Wulan.

Sesampainya di kota, Lukman memberhentikan sebuah taksi. Saat Lukman membuka pintu, bersamaan juga masuk Ranty dari pintu sebrang. Sontak saja Lukman berdebat  dirinya dulu yang menyetop taksi. Ranty tidak mau kalah sambil menyuruh Lukman mengalah sama cewek.

Dan, di episode FTV SCTV kali ini juga dikisahnya Ranty juga sempat meremehkan penampilan Lukman yang kampungan dan menduganya tidak sanggup bayar taksi. Lukman makin marah. Tapi akhirnya sang supir menengahi meminta Lukman mengalah. Lukman akhirnya turun sambil kesal. Lukman pun menyetop ojek supaya tidak berebutan lagi sama orang dan langsung menuju rumah abangnya.

Sementara itu, masih dalam suasana duka, Lukman hanya bisa menenangkan Wulan yang terus menangis. Tiba-tiba datang seorang utusan bank yang mengabarkan kalau ternyata Deri memiliki hutang yang sangat besar karena beberapa bulan sebelum itu usaha Deri bangkrut.

Lukman kebingungan tapi Wulan yang mendapati sebuah surat di kamar Deri memberikan surat itu kepada Lukman. Deri berpesan kepada Wulan untuk tinggal bersama Lukman dan menjual seluruh aset termasuk rumahnya untuk menutup semua hutang Deri. Singkat cerita rumah Deri dijual dan Wulan ikut bersama Lukman hidup di desa.

Bagaimana kisah FTV SCTV selanjutnya pagi ini?

 

 

Persetujuan Warga

Di sisi lain Ranty ditugaskan oleh atasan sekaligus pacarnya, Mario untuk meloby warga agar mau rumah warga tersebut di gusur dan dijadikan sebuah hotel. Ranty memang bekerja di perusahaan property. Ranty semangat menerimanya karena Mario menjanjikan akan mempromosikan Ranty naik jabatan kalau Ranty berhasil mendapatkan persetujuan warga tersebut. Berangkatlah Ranty ke desa Cihejo Kulon.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Di desa, Wulan banyak mengeluh dengan kondisi rumah Lukman yang kumuh. Bahkan untuk mandipun harus menimba air dari sumur. Lukman bilang rumah yang ditinggalinya adalah peninggalan orang tua Lukman. Dengan kata lain rumah kakek neneknya Wulan. Wulanpun terpaksa menerima. Lukman juga meminta Wulan melanjutkan sekolahnya di SD Cihejo Kulon. Wulan hanya mengangguk. Semenjak ayahnya meninggal Wulan jadi pendiam dan pemurung. Keesokan harinya Wulan dibonceng Lukman naik sepeda menuju sekolah. Tiba-tiba ada mobil yang melindas genangan air hingga terciprat ke Lukman. Sontak saja Lukman menggedor kaca mobil. Betapa mengagetkan ternyata pengendara mobil itu adalah Ranty. Lukmanpun marah-marah. Lukman merasa apes setiap bertemu Ranty. Ranty menanggapi santai sambil menduga kalau Lukman hanya beralasan supaya dikasih uang. Ranty memberikan beberapa lembar uang. Sontak saja Lukman menolak sambil bilang kalau semua tidak bisa dibayar pakai uang. Lukmanpun melanjutkan perjalanannya ke sekolah.

Halaman
Show All
Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan