Konser Indonesia Now, Kado Terindah HUT Ke-35 Slank

Slank tak meninggalkan empati dan simpati mereka untuk korban bencana tsunami di Anyer, Banten, dan Lampung Selatan.

Diterbitkan 25 Desember 2018, 16:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Slank juga sangat jeli menyusun setlist lagu-lagu yang mereka bawakan. Lagu-lagu yang punya nilai "magis" kuat seperti "Mawar Merah", "Gara gara Kamu", "I Miss U but I Hate U", serta "Kirim Aku Bunga" diletakkan di awal untuk terus memelihara aura konser.

Seperti biasa, Kaka juga sangat energik dan komunikatif. Berkali-kali dia melemparkan joke-joke segar. Kaka juga terus mengingatkan Slankers agar tetap tertib selama dan setelah konser.

Setelah itu, Slank berturut-turut menggeber dua lagu ngebeat, "Ngerock" dan "Tong Kosong" di lagu kedelapan dan kesembilan.

Slank baru menonjolkan bintang tamu perempuan mereka di lagu ke-10, saat Tiwi Shakuhachi memainkan akordeon di intro lagu "Gemerlap Kota", dengan back up suara kibor dari Christabel Alora.

Setelah itu, di lagu ke-11, giliran pemain saxophone, Sistha Anindya mendapat kesempatan unjuk gigi di lagu "Jinna dalam Pelarian". Tiupan dara cantik ini memberikan nuansa tersendiri pada lagu yang diambil dari album Minoritas yang dirilis tahun 1996 itu.

Kelar "Jinna dalam Pelarian", Slank memainkan lagu "Oh Renny". Namun, ada yang berbeda, karena di lagu ini, Bimbim yang bernyanyi sambil bermain gitar. Sedangkan drum dimainkan Rani Ramadhany.

"Gue butuh drummer satu lagi nih, buat mainin lagu ini," ujar Bimbim, sambil meninggalkan set drumnya. Lagu "Oh Renny" memang punya arti tersendiri bagi Bimbim, karena bercerita tentang sang istri.

Setelah itu, Slank kembali memainkan lagu-lagu andalan mereka. "Virus", "Seperti Para Koruptor", "Orang Merdeka", dan "Pulau Biru" bergantian digeber membuat tensi naik lagi. Lalu dilanjutkan dengan lagu "#1".

 

Dua Penyanyi Cantik

Lalu, Slank kembali memanggil bintang tamu ke atas panggung. Dua penyanyi cantik berturut-turut pun menjadi teman duet Kaka. Eva Celia membawakan lagu "Terbunuh Sepi", sedangkan Marion Jola menyanyikan "Pandangan Pertama".

Slank juga sempat mengundang para slanky, sebutan Slankers wanita, ke atas panggung untuk berjoget bersama di lagu "Orkes Sakit Hati". Tak pelak, mereka pun berebutan naik ke panggung.

Masih dalam tempo cepat, Slank lalu memainkan "Sosial Betawi Yoi" di lagu ke-21, dilanjutkan dengan solo gitar Ridho, yang mengantar ke lagu legendaris mereka "Terlalu Manis".

Ada nuansa khusus saat lagu yang diambil dari album Kampungan (1991) ini dimainkan. Hampir sepanjang lagu, Slankers bernyanyi bersama Kaka, membuat suasana begitu intim.

Abdee Muncul

Seperti diperkirakan, di konser ini, Slank juga melibatkan Abdee, yang belakangan tak aktif karena sakit. Pria asal Donggala ini muncul saat Kaka dan kawan-kawan memainkan lagu ke-23, "Indonesia Now", yang juga dijadikan tema konser. Munculnya Abdee tentu saja mendapat sambutan meriah dari Slankers.

"Indonesia Now" sendiri merupakan single terbaru Slank, yang dirilis Mei lalu. Lagu ini bertempo cepat dengan balutan irama rock n roll yang kental. Tak pelak, adrenaline para Slankers pun kembali meninggi, mereka kembali berjingrak-jingkrak.

Abdee terus berada di atas panggung, hingga Slank menuntaskan konser dengan lagu "Kamu Harus Pulang" yang diambil dari album Generasi Biru (1994). Lagu ini memang seperti lagu wajib Slank di setiap akhir konser mereka.

Namun, sebelumnya, Abdee sempat ikut beraksi di lagu-lagu "Bang Bang Tut", "Makan Gak Makan asal Kumpul", "Balikin", "Maafkan" dan "Ku Tak Bisa", serta "Pala Lo Penyang".

Tidak hanya mengantar Slankers kembali ke rumah dengan lagu "Kamu Harus Pulang", Slank juga menutup konser mereka dengan letupan kembang api, sebagai tanda tuntas sudah pesta ulang tahun ke-35 mereka.

Pesan Bunda Iffet

Salah satu gimmick menarik di konser ini juga adalah munculnya Bunda Iffet. Tepatnya, usai Slank membawakan lagu "Pulau Biru", ibunda dari Bimbim, yang juga sudah dianggap sebagai ibu para personel lainnya itu naik ke atas pentas.

Di panggung, Bunda memberi nasihat kepada Slank, manajemen Slank, dan para Slankers.

Untuk Slank, Bunda Iffet meminta agar Bimbim dan kawan-kawan tetap rendah hati meskipun telah menjadi bintang. Bunda meminta mereka mencontoh filosofi tanaman padi, yang semakin berisi justru semakin merunduk.

"Jika pergi ke luar daerah, ada penggemar meminta tanda tangan atau foto bersama, layanilah. Begitu juga jika ada wartawan yang meminta waktu wawancara," ujar Bunda.

Sementara untuk manajemen Slank, Bunda meminta mencontoh  filosofi "ada gula ada semut". Mereka, manajemen Slank, kata Bunda, harus selalu memperlakukan klien, pemberi pekerjaan kepada Slank, dengan baik, sehingga bisa meninggalkan kesan yang baik pula.

Sedangkan kepada Slanker, Bunda menasihati agar menjauhi narkoba dan minuman keras. "Jadilah manusia yang membanggakan. Ingat selalu jasa ibumu, yang telah mengandung kamu selama sembilan bulan," ujar Bunda, disambut tepuk tangan para Slankers.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan