Alasan Utama Dibuatnya Film Stadhuis Schandaal

XELA Pictures memperkenalkan film perdananya, Sara & Fei: Stadhuis Schandaal.

Diterbitkan 23 Juli 2018, 15:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa tahun belakangan ini, perfilman Indonesia bisa dianggap semakin marak. Tak hanya kuantitas, temanya pun kian beragam sampai Production House baru mulai bermunculan. Sehingga, industri film semakin semarak setiap tahunnya.

Production House XELA Pictures, salah satunya, memperkenalkan film perdananya, Sara & Fei: Stadhuis Schandaal yang segera tayang di bioskop Tanah Air mulai 26 Juli 2018 mendatang.

Kiprah perdana XELA Pictures ini berdasarkan geliat industri film yang semakin bergairah dengan jumlah penonton yang menjadi pasar potensial. Berdasarkan data www.filmindonesia.or.id, pada 2017 terdapat 116 film panjang ditayangkan ke bioskop-bioskop Tanah Air. Jumlah penonton yang meningkat dari 34,6 juta di tahun 2016 bertambah menjadi 37 juta penonton pada 2017.

"Kami melihat potensi penonton film di Indonesia masih sangat besar. Dengan memproduksi film berlatar belakang sejarah, kami pun ingin mengangkat budaya Indonesia ke mancanegara, termasuk Tiongkok yang menjadi pasar kedua film perdana kami ini," ujar Alexander Sutjiadi, pemilik XELA Pictures dan produser eksekutif film Sara & Fei: Stadhuis Schandaal di XXI Metropole, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Gaya Kekinian

Di film perdananya ini, XELA Pictures menggandeng sutradara senior Adisurya Abdy untuk menghadirkan sebuah film berlatar belakang era kolonial yang terjadi ratusan tahun lalu namun dikemas dengan gaya kekinian.

"Saya memang tidak ingin membuat film sejarah, tetapi membuat film yang menggambarkan sebuah situasi atau sebuah episode yang konon pernah terjadi di zaman kolonial, yakni tentang gedung yang penuh dengan skandal," jelas sutradara era 1980-an yang ngetop dengan film Roman Picisan, Macan Kampus, Asmara, Ketika Cinta Telah Berlalu, dan beberapa film populer lainnya ini.

Kolaborasi perdana antara XELA Pictures dengan sutradara Adisurya Abdy ini pun melahirkan sebuah drama thriller dan misteri yang mampu menarik minat penonton usia muda. Segmen ini disasar karena merekalah yang paling banyak datang ke bioskop.

"Film ini menawarkan sesuatu yang berbeda dengan format kekinian, tetapi unsur-unsur historisnya tetap terpenuhi. Sehingga memberikan generasi baru untuk banyak mengetahui sejarah yang belum terungkap," papar Adisurya Abdy lebih jauh.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Dengan kekuatan cerita, Omar Jusma yang menjadi Produser pun optimis film Sara & Fei: Stadhuis Schandaal dapat meraup banyak penonton. "Kami memasang bintang yang berpotensi dan memiliki karakter yang sesuai dengan film ini," jelas Omar.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan